6 Komodo yang Dilepasliarkan di Pulau Ontoloe NTT Berjenis Betina

Kompas.com - 16/07/2019, 14:20 WIB
Satwa komodo saat dilepasliarkan di Pulau Ontoloe, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Senin  (15/7/2019) SIGIRANUS MARUTHO BERESatwa komodo saat dilepasliarkan di Pulau Ontoloe, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Senin (15/7/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Enam ekor komodo hasil perdagangan ilegal, akhirnya dilepas liarkan di Pulau Ontoloe, yang masuk ke dalam kawasan wisata alam laut 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Senin (15/7/2019) siang.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Exploitasia, mengatakan, pelepasliaran satwa komodo ke habitatnya merupakan prioritas utama.

Langkah awal yang dilakukan lanjut Indra, adalah melakukan uji DNA yang bertujuan untuk mengetahui asal usul satwa komodo (Varanus Komodoensis) tersebut.

Uji DNA dilaksanakan oleh Laboratorium Genetika Bidang Zoologi, Pusat Peneliti Biologi - LIPI.

Baca juga: Ketika Warga Ngada NTT Menari Sambut Kedatangan 6 Komodo...

"Hasil uji DNA tersebut menunjukan bahwa enam komodo tersebut berkelamin betina,"ungkap Indra yang didampingi Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT Timbul Batubara kepada Kompas.com di Riung, Senin (15/7/2019).

Uji DNA itu lanjut Indra, dilakukan melalui pembandingan antara DNA sampel darah dari enam ekor komodo yang merupakan barang bukti tindak pidana perdagangan satwa liar secara ilegal, dengan delapan haplotipe (Model urutan sekuen DNA) Control Region (CR) 1 yang telah diketahui berdasarkan hasil penelitian LIPI sebelumnya.

Menurut Indra, enam sampel darah komodo yang diujikan tersebut, mempunyai haplotipe yang khas di populasi Flores Utara, dengan jumlah 88 persen dari sampel populasi penelitian sebelumnya.

Baca juga: Ada Ribuan Komodo Tersebar di Taman Nasional Komodo dan Pulau Flores

Haplotipe tersebut juga kata dia, ditemukan di Flores Barat, namun hanya dalam jumlah yang sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 persen dari sampel populasi pada penelitian sebelumnya.

"Berdasarkan hasil uji DNA yang dilakukan LIPI dapat disimpulkan bahwa enam komodo itu bukan dari Taman Nasional komodo tapi dari Utara Pulau Flores,"jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri.

"Yang jelas dikirim di tiga negara di wilayah Asia Tenggara melalui Singapura," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Kombes Akhmad Yusep Gunawan kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Babi Hutan Merusak 30 Hektar Lahan Warga di Ciamis

Regional
90 Persen Kasus Bunuh Diri Akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

90 Persen Kasus Bunuh Diri Akibat Depresi, Pahami Ciri-cirinya

Regional
Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500 Ribu

Nikah dengan Biaya Murah, Rio dan Karin Buat Cincin Kawin dari Batu Meteorit dengan Biaya Rp 500 Ribu

Regional
Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Palembang Diselimuti Kabut Asap Ekstrem, Alat Pemantau Kualitas Udara Mendadak Rusak

Regional
Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Angka Bunuh Diri Tinggi, Baru 9 Persen Penderita Depresi Dapat Pengobatan Medis

Regional
Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jasad Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jasad Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Regional
Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Regional
Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Regional
Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Regional
Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X