Viral Foto Polisi Berhentikan Mobil Pengantin di Bandung, Begini Penjelasannya

Kompas.com - 16/07/2019, 14:17 WIB
Foto istimewa AGIE PERMADIFoto istimewa

BANDUNG, KOMPAS.com — Sebuah foto yang memperlihatkan polisi lalu lintas sedang memberhentikan mobil pengantin sempat viral di media sosial.

Foto tersebut diunggah salah satu akun Instagram @bandungtalk. Akun tersebut menuliskan, Wakasat Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo melakukan penindakan terhadap pengendara yang menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TKNB) tidak sesuai dengan aturan.

Dalam foto yang diunggah dan menjadi viral tersebut, terlihat mobil pengantin yang dihias dengan bunga tersebut mengganti pelat nomor dengan tulisan "Married".

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo mengakui peristiwa di dalam foto yang viral tersebut. Dia menjelaskan, saat itu petugas Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung tengah melakukan patroli di Jalan dr Djundjunan, Kota Bandung, Minggu (14/7/2019), sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat itu, Bayu melihat ada kendaraan yang parkir di sekitar jalan tersebut, padahal sepanjang Jalan dr Djundjunan itu terdapat rambu lalu lintas dilarang parkir. 

"Kalau sore kan jalan tersebut dilalui kendaraan yang pulang dari Bandung menuju tol dan juga biasanya padat oleh parkir-parkir, padahal kan sepanjang jalan itu enggak boleh parkir," kata Bayu saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Bayu kemudian mendekati mobil pengantin yang parkir itu. Namun, ternyata bukan hanya aturan larangan parkir yang dilanggar.

Pengemudi tersebut melanggar ketentuan TKNB di mana pelat nomor kendaraan itu bertuliskan "Married".

"Setelah kami dekati kok ada yang lebih aneh lagi, ada tulisan itu, pelat nomor tulisannya Married," kata Bayu.

Saat dihampiri, pengendara mobil ternyata sedang membetulkan ban mobilnya yang kempes.

Baca juga: Viral Berita Hoaks Bakso Sumber Selera Terbuat dari Daging Tikus, Ini Klarifikasinya

Tidak ditilang

Meski begitu, polisi tidak menindak pengemudi tersebut, tetapi hanya mengingatkan pengendara untuk tidak melanggar aturan yang ada.

"Tidak ditilang, hanya diingatkan, karena setelah kami cek surat-suratnya ada, pelat nomor aslinya juga ada di dalam kendaraan itu," kata Bayu.

Bayu membenarkan bahwa kendaraan itu sempat digunakan untuk mengantar pengantin. Namun, saat itu acara pernikahan sudah selesai dan pengantin sudah diantarkan.

Akhirnya, polisi meminta pengendara untuk memasang pelat nomor asli.

"Kendaraan itu dilepas tidak ditindak, jadi hanya diingatkan," kata Bayu.

Baca juga: Viral Video Keributan di Dekat Rumah Mode Bandung, Polisi Benarkan Ada Pelemparan

Komentar netizen

Postingan yang viral tersebut mendapatkan berbagai respons dari netizen. Tak sedikit tanggapan yang bernada negatif dengan mengkritik tindakan polisi yang dinilai tak mau memberikan toleransi bagi mobil pengantin tersebut.

Namun, ada juga yang mendukung tindakan polisi tersebut. Ada netizen yang berpendapat bahwa apa pun kondisinya, pengguna jalan raya wajib mematuhi segala aturan dan rambu-rambu lalu lintas.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Regional
Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Regional
Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

Regional
Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X