Warga Pamekasan Panik Tiga Kali Merasakan Gempa

Kompas.com - 16/07/2019, 11:05 WIB
Gempa bermagnitudo 6 mengguncang Bali pada Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 07.18 Wita. Gempa ini berpusat di 83 kilometer arah barat daya Nusa Dua Bali dengan pusat gempa di kedalaman 68 kilometer. dok Twitter BMKGGempa bermagnitudo 6 mengguncang Bali pada Selasa (16/7/2019) sekitar pukul 07.18 Wita. Gempa ini berpusat di 83 kilometer arah barat daya Nusa Dua Bali dengan pusat gempa di kedalaman 68 kilometer.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Warga Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tiga kali merasakan getaran yang diduga akibat gempa pada Selasa (16/7/2019).

Getaran pertama terjadi pada pukul 07.20 WIB, getaran kedua sekitar pukul 09.07 WIB dan getaran terakhir pada pukul 09.37 WIB. Getaran tersebut sempat membuat panik warga.

Muhammad Ghazi Mujtaba, warga Desa Larangan Tokol, mengatakan, getaran pertama paling keras. Sebab, sejumlah siswa di salah satu lembaga pendidikan yang ada di depan rumahnya, berhamburan turun dari lantai dua. Mereka lari untuk menyelamatkan diri karena kawatir ada bagian gedung yang rusak.

"Pertama di rumah saya getarannya cukup terasa. Lampu gantung sempat bergoyang. Di luar rumah, anak-anak siswa juga lari dari gedung sekolahnya karena ikut merasakan getaran," ujar Muhmmad Ghazi.

Baca juga: Penyebab Gempa Bali yang Mengakibatkan Sekolah hingga Hotel Rusak

Hendra Wahyudi, warga Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, ikut merasakan getaran. Bahkan Hendra sampai merasakan pusing. Daun pintu rumahnya ikut bergoyang karena kerasnya getaran.

"Awalnya saya kira pusing. Setelah ramai di media sosial, ternyata ada informasi gempa," ucap Hendra.

Namun, Hendra mengaku pada getaran kedua dan ketiga, tidak sampai membuat pusing. Getarannya seperti ada truk besar lewat di jalan raya.

Budi Cahyono, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG, pagi ini terjadi gempa di luar Madura dengan kekuatan magnitudo 6,0. Tepatnya di Nusadua Bali 83 km Barat Daya dengan kedalaman 68 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Kami banyak menerima laporan dari warga tentang adanya gempa. Kami sampaikan agar jangan panik karena dampak tidak signifikan," ujar Budi Cahyono.

Baca juga: Sekolah hingga Hotel Rusak akibat Gempa Bali Hari Ini

Budi menambahkan, warga diharapkan kembali beraktivitas seperti biasa. Sebab, di Madura tidak ada potensi gempa atau terdampak gempa dari luar Madura.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X