6 Fakta Komodo yang Gagal Diselundupkan, Disambut Upacara Adat hingga Dilepasliarkan di Pulau Ontoloe

Kompas.com - 16/07/2019, 08:00 WIB
Migrasi kelelawar merupakan migrasi mamalia terbesar di Bumi dengan pengikut sampai jutaan ekor. Migrasi kelelawar merupakan migrasi mamalia terbesar di Bumi dengan pengikut sampai jutaan ekor.

Upacara adat dimulai dengan tarian penyambutan Tia Raga, kemudian disusul dengan syair adat Riung Beak.

Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara mengatakan, setelah acara serah terima secara adat, komodo akan ditempatkan sementara di Kantor Resor KSDA wilayah Riung.

Baca juga: Tiba di Flores, 6 Komodo yang Gagal Diselundupkan Disambut Secara Adat


3. Tiga jenis satwa ini akan temani komodo

Camat Riung Alfian mengatakan, masyarakat di wilayah Riung, menyebut satwa komodo dengan nama 'Mbou'.

Alfian menyebut, di Pulau Ontoloe, selain komodo, ada sejumlah spesies lain yang juga berada di pulau itu yakni, puluhan ribu kelelawar, burung rajawali dan monyet ekor panjang.

"Ini kebanggaan kita bersama warga Riung, Ngada, dan NTT bahwa selain Pulau Komodo dan Pulau Rinca, di bagian utara Pulau Flores (Riung), ada satwa kebanggaan kita bersama yakni Mbou atau komodo," ujar Alfian, dalam sambutannya di aula kantor Camat Riung.

Baca juga: Tiga Jenis Satwa Ini Akan Temani Komodo di Pulau Ontoloe NTT


4. Satwa komodo rentan terhadap kepunahan

Satwa komodo saat dilepasliarkan di Pulau Ontoloe, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Senin  (15/7/2019)KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Satwa komodo saat dilepasliarkan di Pulau Ontoloe, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Senin (15/7/2019)

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada Theodosius Yosefus Nono, berterima kasih kepada semua pihak yang telah berhasil membawa kembali satwa itu ke habitat aslinya.

Nono pun meminta kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah dan masyarakat umum, agar menjaga satwa itu agar tidak punah.

"Ini satu bentuk kesadaran bahwa ketika ekosistem terganggu, tentu kehidupan manusia akan terganggu. Bagi saya, dengan upacara ini tidak hanya merasa bangga karena merasa satwa ini telah kembali, tapi kita ingin semua masyarakat merasa memiliki satwa ini,"ujarnya.

Satwa komodo ini, lanjut Nono, sangat rentan terhadap kepunahan. Oleh karena itu, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah agar punya tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan satwa ini.

Baca juga: 6 Komodo yang Gagal Diselundupkan, Tiba Kembali di Flores, NTT

 

5. Bangga penyambutan kepulangan komodo dengan ritual adat

Salah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa LiarKOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Salah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

Regional
Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Regional
Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Regional
Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Juni 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Juni 2020

Regional
Diduga Jual Sate Pakai Daging Ayam Busuk hingga Klaim Bau Tak Sedap dari Limbah Air

Diduga Jual Sate Pakai Daging Ayam Busuk hingga Klaim Bau Tak Sedap dari Limbah Air

Regional
Soal Injil Bahasa Minang, Kepala Dinas Kominfo Sumbar Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Soal Injil Bahasa Minang, Kepala Dinas Kominfo Sumbar Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 6 Juni 2020

Regional
Sesak Napas, Seorang Pemuda Meninggal di Depan Asrama Polres Salatiga

Sesak Napas, Seorang Pemuda Meninggal di Depan Asrama Polres Salatiga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X