Pelaku Penipuan Investasi Jamu Herbal Dijerat Pasal Pencucian Uang

Kompas.com - 16/07/2019, 06:40 WIB
Warga mendatangi Polres Klaten untuk melaporkan dugaan penipuan bermodus investasi jamu herbal yang mereka alami, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWarga mendatangi Polres Klaten untuk melaporkan dugaan penipuan bermodus investasi jamu herbal yang mereka alami, Senin (15/7/2019).

KLATEN, KOMPAS.com - Polres Klaten akan menjerat pelaku dugaan penipuan dan penggelapan uang bermodus investasi jamu herbal, AF yang tak lain pimpinan PT Krisna Alam Sejahtera, dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

AF diduga melarikan uang yang diinvestasikan para korban sebagai syarat kemitraan di perusahaannya.

"Kami akan fokus ke tindak pidana pencucian uangnya nanti," terang Kapolres Klaten AKBP Aries Andi di Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Penipuan Investasi Jamu Herbal di Klaten Rugikan Ribuan Korban, Total Rp 17 M

Pihaknya akan menelusuri aliran dana yang dihimpun pimpinan PT Krisna Alam Sejahtera dari para mitra kerjanya.

"Uang-uang masyarakat ini setelah dikumpulkan dikemanakan. Apakah ada investasi bentuk lain atau dialihkan atau dibelikan barang-barang lain," katanya.

Menurut Aries, dengan fokus ke TPPU, paling tidak uang yang disetorkan masyarakat kepada pelaku dugaan penipuan dan penggelapan uang bermodus investasi jamu herbal bisa kembali.

Baca juga: Warga Klaten Laporkan Penipuan Investasi Jamu Herbal yang Rugikan Miliaran Rupiah

Sebab, jumlah kerugian yang dialami para korban cukup besar. Ditaksir jumlah kerugian dugaan penipuan investasi jamu herbal tersebut mencapai Rp 17 miliar.

"Perkiraan kerugian ini cukup besar. Kurang lebih Rp 17 miliar total dana. Karena paketnya cukup besar. Paket Rp 8 juta, Rp 16 juta dan Rp 24 juta," terang dia.

Pihaknya telah melakukan penyelidikan guna menangkap pimpinan PT Krisna Alam Sejahtera yang diduga melakukan tindak penipuan dengan modus investasi jamu herbal.

"Fokus utama kita sesegera mungkin melakukan penangkapan terhadap saudara AF yang menjadi pemimpin dari PT Krisna Alam Sejahtera," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Juru Masak yang Dirumahkan Saat Pandemi, Ikut Jadi Koki Relawan

Kisah Juru Masak yang Dirumahkan Saat Pandemi, Ikut Jadi Koki Relawan

Regional
Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Fakta Lengkap Pembunuhan Sadis di Sukoharjo, Jasad Dibakar di Mobil dan ATM Dikuras

Regional
Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Kronologi Pemuda di Kalsel Tewas Diduga akibat Disengat Tawon

Regional
Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Beredar Video Diduga 2 Pendaki yang Foto Bugil di Gunung Gede Pangrango Minta Maaf

Regional
Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Kisah 4 Bocah Gizi Buruk dan Kuper, Hidup Terasing dengan Ibu ODGJ dan Ayah Pemarah

Regional
Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Seorang Polisi Ditangkap Warga Usai Diduga Menggunakan Narkoba

Regional
Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Kronologi Petani Adang Truk Pupuk Bersubsidi di Tuban, Berawal Hoaks Pupuk Langka

Regional
Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Tutup Dolly lalu Dijadikan Pasar Burung, Risma: Saya Mohon Maaf...

Regional
6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

6 Pemerkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron

Regional
Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Nyawa Sang Adik yang Diterkam

Regional
Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

Regional
Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Video Viral Seorang Nenek Dipukul Saat Berteduh, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Rekor Tertinggi di Garut, Pasien Corona Bertambah 110 Orang

Regional
5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

5 Fakta Tewasnya Yulia, Dibunuh di Kandang Ayam, Ditemukan Dalam Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Berfoto Bugil, Dilaporkan ke Polisi | Pedagang Mainan Bayar Pajak Pakai Uang Koin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X