Kompas.com - 15/07/2019, 22:03 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Pemkot Surabaya diambil sumpah di Balai Kota Surabaya, Senin (15/7/2019).  Pengambilan sumpah dilakukan setelah aset YKP krmbali ke tangan Pemkot Surabaya. KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Pemkot Surabaya diambil sumpah di Balai Kota Surabaya, Senin (15/7/2019). Pengambilan sumpah dilakukan setelah aset YKP krmbali ke tangan Pemkot Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah bersiap menerima aset-aset yang dimiliki oleh Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya. Persiapan ini dilakukan setelah adanya kejelasan proses hukum di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menugaskan sepuluh pejabat Pemkot Surabaya untuk menjadi pembina dan pengawas YKP Kota Surabaya. Hal itu tertuang dalam surat perintah nomor 800/6790/436.1.2/2019 tertanggal 24 Juni 2019.

Risma bersama sepuluh pejabat yang ia tugaskan untuk mengelola YKP diambil sumpahnya di Balai Kota Surabaya.

Risma meminta dirinya juga diambil sumpah lantaran siapa pun bisa saja tergoda dengan aset yang dimiliki oleh YKP Surabaya.

Baca juga: Risma : Biar Tidak Main-Main, Pengurus Baru YKP Wajib Disumpah

"Apalagi satu rumah saja harganya di atas Rp 1 miliar. Jadi, ini diambil sumpahnya supaya lebih hati-hati," kata Risma, di Balai Kota Surabaya, Senin (15/7/2019).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyampaikan, pengambilan sumpah itu sudah berdasarkan saran dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Bagi dia, pengambilan sumpah hanya menjaga kepercayaan.

"Jadi, ini sifatnya bukan pelantikan, tapi ini sumpah karena kami ingin menjaga kepercayaan yang sudah diperjuangkan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," ujar dia.

Ia mengungkapkan, beberapa administrasi aset tersebut masih ada yang kurang, namun yang paling penting menjaga komitmen untuk menggunakan aset demi kepentingan warga Surabaya.

"Pokoknya ini formaturnya sudah siap dulu, nanti data-data kelengkapannya nyusul. Yang penting kami sudah niat bahwa kami akan menggunakan aset ini dengan baik demi kesejahteraan warga Surabaya," tutur Risma.

Risma memastikan bahwa hingga saat ini aset YKP itu masih diaudit dan pada Kamis (25/7/2019) mendatang, Kejati Jatim akan menyerahkan secara resmi ke Pemkot Surabaya.

"Ini kami mengelola hanya sementara, makanya PNS semuanya. Aku enggak menjabat apa-apa, tapi aku kan wali kota yang bisa memerintahkan mereka, makanya aku juga minta disumpah juga," ucap Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma juga menegaskan bahwa status tanah yang dibeli masyarakat tidak akan diotak-atik dan tetap menjadi hak atau milik masyarakat.

Menurut Risma, Pemkot Surabaya hanya mengambil alih aset-aset yang masih dimiliki YKP.

Baca juga: Kejati: Pengurus Siap Serahkan Aset YKP Ke Pemkot Surabaya

"Saat ini, yang masih dikelola oleh yayasan dulu yang kami ambil," kata Risma.

Sekretaris Daerah Pemkot Surabaya Hendro Gunawan menambahkan, formatur yang ditugaskan Risma merupakan sementara.

Nantinya, kata dia, pengurus YKP akan diganti dengan kepengurusan tetap. Namun, ia belum bisa memastikan kapan akan dibentuk pengurus tetap.

Pengurus tetap nantinya bisa dari jajaran pejabat pemkot ataupun dari pihak luar dengan melakukan seleksi.

Berikut daftar pembina dan pengawas YKP yang diutus Risma

Pembina:

- Hendro Gunawan, Sekretaris Daerah

- Eri Cahyadi, Kepala Bappeko

- Ira Tursilowati, Kepala Bagian Hukum

Pengawas:

- Dedik Irianto, Kabag Administrasi Pemerintah dan Otonomi Daerah

- Dahliana Lubis, Inspektur Pembantu Wilayah III

- Yuniarto Herlambang, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah

Pengurus:

- Yusron Sumartono, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah

- Ekawati Rahayu, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah

- Chalid Buhari, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X