Ini Kronologi Tewasnya Siswa SMA Taruna Saat Orientasi

Kompas.com - 15/07/2019, 19:22 WIB
Rekontruksi pembunuhan DBJ calon siswa SMA semi militer plus Taruna Indonesia, ketika mengikuti kegiatan orientasi, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRARekontruksi pembunuhan DBJ calon siswa SMA semi militer plus Taruna Indonesia, ketika mengikuti kegiatan orientasi, Senin (15/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polresta Palembang melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan yang menyebabkan DBJ (14), siswa SMA Militer Plus Taruna Indonesia tewas, Senin (15/7/2019).

Dalam rekontruksi yang menampilkan 18 adegan tersebut, terlihat bahwa DBJ mengalami kelelahan usai menempuh jalan kaki sejauh 8,7 kilometer dari kawasan Talang Jambe menuju ke Sukabangun II.

Saat berada di belakang sekolah, pelaku Obbi (24) yang bertugas sebagai pembina dari sekolah memerintahkan korban untuk merayap.

Baca juga: Calon Siswa SMA Taruna Tewas saat Orientasi, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Diduga karena kelelahan, DBJ pun lalu membantah intruksi yang diberikan Obbi. Bantahan itu pun membuat tersangka marah dan memukul korban dengan menggunakan bambu di bagian kepala.

Tak sampai disitu, DBJ sempat merayap lalu mendadak dari belakang pelaku langsung menarik baju korban. Tarikan itu membuatnya terpelanting ke aspal dan kepalanya terbentur.

Akibat kejadian tersebut, DBJ pun sempat mengeluhkan jika ia tak lagi sanggup mengikuti proses orientasi.

"Aku capek, aku sakit," kata Fius, Taruna senior menirukan ucapan terakhir DBJ, saat melakukan rekontruksi.

Baca juga: Ini Penyebab Pembunuhan Siswa Taruna di Palembang Menurut Polisi

Fius pun sempat memberikan pertolongan kepada DBJ ketika melihat korban terkapar di atas aspal. Melihat kondisinya semakin memburuk, ia lalu membawa korban ke halaman sekolah, dengan memberikannya minum serta memijat DBJ.

Namun, DBJ tak kunjung membaik hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Saat dalam perjalanan itulah, korban akhirnya meninggal.

Kapolda Sumatera Selata Irjen Pol Firli menjelaskan, mereka mengamankan barang bukti berupa satu bambu panjang yang digunakan oleh pelaku.

"Sesuai alat bukti yang didapatkan dan hasil forensik, terdapat kekerasan di kepala sebelah kanan,"ujar Firli.

Firli menerangkan, pelaku melakukan penganiayaan kepada korban karena emosi dengan perkataan DBJ. Perkataan kasar itu membuatnyakalaf hingga memukuli korban.

"Korban lelah dan tidak sanggup lagi mengikuti intruksi dari pembina, sehingga membuat pelaku marah,"jelas Kapolda.

Atas perbuatannya, Obi pun diancam Undang-undang Perlindungan Anak dengan kurungan penjara selama 15 tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Regional
Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

Regional
6 Staf TVRI Jatim Jalani Tes Swab, 1 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

6 Staf TVRI Jatim Jalani Tes Swab, 1 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X