Dugaan Pencabulan 15 Santri Lhokseumawe, Izin Pendirian Pesantren Diperketat

Kompas.com - 15/07/2019, 16:13 WIB
Puluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). KOMPAS.com/MASRIADIPuluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe memperketat izin pendirian pesantren di kota itu.

Kebijakan itu diambil menyusul kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru masing-masing berinisial AI dan MY di Lhokseumawe. Keduanya kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

“Kasus ini membuat kita semakin hati-hati mengeluarkan izin pendirian pesantren,” kata Sekretaris Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Kota Lhokseumawe, Tgk Ramli, di kantornya, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Fakta Baru Pimpinan dan Guru Diduga Cabuli 15 Santri, Bantah hingga Pesantren Dibekukan

Dia menyebutkan, selama ini timnya kerap mengunjungi seluruh pesantren dalam kota tersebut. Bahkan, kerap berdiskusi dengan para santri sebagai cara mengevaluasi pengelolaan pesantren.

Bahkan, timnya mengunjungi pesantren di malam hari untuk melihat kegiatan pesantren itu.

Secara administratif, setiap pengajuan izin pesantren, timnya akan mengevaluasi profil pendiri pesantren, lokasi,dan kelengkapan administrasi lainnya seperti izin yayasan dari Kemenkumham RI dan akte notaris.

“Peristiwa yang sedang menjadi perbincangan publik itu menjadi pengalaman pahit bagi dunia pendidikan dayah (pesantren),” katanya.

Baca juga: Pemerintah Blokir Rekening Pesantren yang Pimpinannya Cabuli 15 Santri

Dia berharap evaluasi rutin yang dilakukan timnya bisa mendeteksi dini keanehan atau penyimpangan yang terjadi di pesantren.

“Ke depan kita buat juga program pemantapan pada pimpinan dan guru pesantren. Semoga ini cukup sekali peristiwa itu terjadi di Lhokseumawe, ke depan kita harap tidak ada lagi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Regional
Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Regional
Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Regional
Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Regional
Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Regional
Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Regional
Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Regional
Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas,  Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas, Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Regional
Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Regional
Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Regional
[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

Regional
Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Regional
Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Regional
Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Regional
Selidiki Kasus Bom Medan, Polisi 5 Jam Geledah 3 Rumah di Belawan, Ini Hasilnya

Selidiki Kasus Bom Medan, Polisi 5 Jam Geledah 3 Rumah di Belawan, Ini Hasilnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X