Dua Rumah Ibadah, 5 Sekolah dan 2 Jembatan Rusak Akibat Gempa Maluku Utara

Kompas.com - 15/07/2019, 15:41 WIB
Petugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi tektonik tersebut terjadi pukul 18.10.51 WIT. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km. ANTARA FOTO/IZAAC MULYAWANPetugas BMKG memantau perkembangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, di kantor Stasiun Geofisika Kelas I Karang Panjang, Ambon, Maluku, Minggu (14/7/2019). Gempa bumi tektonik tersebut terjadi pukul 18.10.51 WIT. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada kedalaman 10 km.

AMBON, KOMPAS.com - Selain rumah warga, gempa berkekuatan 7.2 magnitudo yang mengguncnag Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, juga merusak sejumlah fasilitas umum berupa sekolah dan rumah ibadah.

Data yang diterima Kompas.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, gempa besar yang mengguncang wilayah tersebut merusak sebuah bangunan gereja dan dua gedung sekolah di Desa Ranga-Ranga.

“Di Desa Ranga-Ranga ada dua sekolah dan satu bangunan gereja yang mengalami kerusakan berat,”kata Kepala BPBD Halmahera Selatan Jalil Efendi saat dikonfirmasi, Senin (15/7/2019).

Selain di Desa Ranga-Ranga, keruskaan terhadap gedung sekolah dan rumah ibadah juga terjadi di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Di Desa ini tiga gedung sekolah dan sebuah masjid ikut mengalami kerusakan berat akibat gempa.

“Untuk Desa Gane Luar, ada masjid dan tiga sekolah yang juga rusak berat,”kata Jalil.

Baca juga: Rumah Rusak akibat Gempa Maluku Utara Bertambah Jadi 828 Unit

Selain rumah ibadah dan sekolah, sebuah fasilitas pelabuhan di Bacan, Halmahera Selatan, juga ikut mengalami kerusakan. Selain itu, dua jembatan di Kecamatan Gane Barat juga ambruk karena gempa tersebut.

Menurut Jalil, saat ini tim terpadu penanganan bencana yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Satpol PP, BMKG dan PMI Halmahera Selatan telah berangkat menuju wilayah Gane dan Bacan Bagian Timur.

Tim mendata langsung kerusakan bangunan maupun korban yang terjadi di wilayah itu. Tim terpadu juga membawa bantuan seperti terpal, tikar, bahan makanan dan obat-obatan.

Baca juga: Gempa Maluku Sebabkan 2 Warga Tewas, 1 Belum Teridentifikasi

Gempa berkekuatan 7.2 magnitudo sebelumnya mengguncang wilayah Labuha pada pukul 18.10 Wita. Episentrum gempa tersebut berada pada titik koordinat 0.59 Lintang Selatan dan 128.06 Bujur Barat atau berjarak 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara.

Adapun, gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Rombongan Pengantin Alami Tabrakan Beruntun, 1 Tewas, 5 Luka Parah

Mobil Rombongan Pengantin Alami Tabrakan Beruntun, 1 Tewas, 5 Luka Parah

Regional
Nekat Tak Pakai Masker, Warga Semarang Dihukum Sapu Kuburan dan Di-rapid Test

Nekat Tak Pakai Masker, Warga Semarang Dihukum Sapu Kuburan dan Di-rapid Test

Regional
Terjatuh Saat Berswafoto, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Bendungan

Terjatuh Saat Berswafoto, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Bendungan

Regional
Video Viral, Oknum PNS di Kabupaten Bogor Diduga Menghalangi Ambulans

Video Viral, Oknum PNS di Kabupaten Bogor Diduga Menghalangi Ambulans

Regional
Berwajah Mirip Sang Ayah, Balita Ini Dianiaya Pacar Ibunya Selama 2 Tahun hingga Tewas

Berwajah Mirip Sang Ayah, Balita Ini Dianiaya Pacar Ibunya Selama 2 Tahun hingga Tewas

Regional
Bocah Perempuan Diduga Dibunuh dan Jasadnya Diperkosa, Polisi: Pelaku Dendam Sering Dimarahi

Bocah Perempuan Diduga Dibunuh dan Jasadnya Diperkosa, Polisi: Pelaku Dendam Sering Dimarahi

Regional
Belasan Warga Wonogiri yang Mudik Setelah PSBB Jakarta Diperketat Positif Covid-19

Belasan Warga Wonogiri yang Mudik Setelah PSBB Jakarta Diperketat Positif Covid-19

Regional
Plt Bupati Jember: Ada Keinginan Besar Saya untuk Mencairkan Komunikasi dengan DPRD

Plt Bupati Jember: Ada Keinginan Besar Saya untuk Mencairkan Komunikasi dengan DPRD

Regional
Dikira Mahasiswa, 2 Buruh Bangunan Babak Belur Dikeroyok Polisi dan Motornya Dihancurkan

Dikira Mahasiswa, 2 Buruh Bangunan Babak Belur Dikeroyok Polisi dan Motornya Dihancurkan

Regional
Kantor PDAM Padang Ditutup 3 Hari

Kantor PDAM Padang Ditutup 3 Hari

Regional
EWS Tsunami Minim, Tagana Pangandaran Gunakan Kentongan sebagai Alat Peringatan Dini

EWS Tsunami Minim, Tagana Pangandaran Gunakan Kentongan sebagai Alat Peringatan Dini

Regional
Hari Pertama Sebagai Plt Bupati Jember, Wabup Muqit Perbaiki Komunikasi dengan DPRD

Hari Pertama Sebagai Plt Bupati Jember, Wabup Muqit Perbaiki Komunikasi dengan DPRD

Regional
Soal Konser Dangdut di Tegal, Polisi Kantongi Alat Bukti dan Periksa 18 Saksi

Soal Konser Dangdut di Tegal, Polisi Kantongi Alat Bukti dan Periksa 18 Saksi

Regional
Foto Bugil Ibu Pelajar SMP di Tasikmalaya Tersebar, Pelaku Ternyata Mantan Pacar Sang Ibu

Foto Bugil Ibu Pelajar SMP di Tasikmalaya Tersebar, Pelaku Ternyata Mantan Pacar Sang Ibu

Regional
Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X