Kompas.com - 15/07/2019, 15:04 WIB
Sejumlah mahasiswa IAIN Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar aksi protes kenaikan uang kuliah tak wajar, Senin (15/7/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTASejumlah mahasiswa IAIN Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar aksi protes kenaikan uang kuliah tak wajar, Senin (15/7/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantam Barat, menggelar aksi protes terkait kenaikan Uang Kuliah Tunghal (UKT) yang dinilai tak wajar.

Aksi berupa pembacaan puisi dan teaterikal dengan membawa spanduk protes ini digelar di Halaman IAIN Pontianak, Kalbar, Senin (15/7/2019).

Koordinator aksi, Jamal Saputra, mengatakan UKT diklasifikasikan dalam empat tingkatan, mulai UKT satu yang terendah pada angka nol hingga Rp 400 ribu.

Kemudian ada UKT empat yang tertinggi dengan angka Rp 3,2 juta.

Baca juga: Gedung Auditorium IAIN Ambon Kembali Roboh

Jumlah tagihan UKT ini merupakan yang tertinggi di antara Kampus IAIN se-Kalimantan.

"Padahal sebelumnya tahun 2018, hanya Rp 400 ribu sampai Rp 2,5 juta," kata Jamal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, aksi ini juga merupakan bentuk solidaritas mahasiswa. Kendati kebijakan UKT ini baru akan ditetapkan bagi mahasiswa baru.

Dia mengatakan, aksi ini sebagai lanjutan pasca pertemuan dengan pihak kampus terkait rencana kenaikan UKT.

"Sebelumnya sudah ada diskusi dengan pihak kampus. Hasilnya kita cuma dapat penjelasan. Jadi sekarang kita minta tindakan konkretnya," ucap dia.

Saat ini, penerapan UKT belum final. Artinya masih belum bisa sepenuhnya dilaksanakan.

"Penentuan UKT berdasarkan penghasilan orangtua ini belum memiliki kejelasan perhitungan untuk penetapan klasifikasinya," ucap dia.

Baca juga: KPK Periksa Rektor IAIN Pontianak sebagai Saksi Kasus Romahurmuziy

Alasan IAIN Pontianak

Sementara itu, Wakil Rektor IAIN Pontianak, Firdaus Achmad, memastikan, penerapan UKT telah melewati perhitungan dan kajian panjang, berdasarkan kebutuhan masing-masing program studi.

Dia menjelaskan, IAIN Pontianak sekarang ini dalam proses pengembangan pembangunan yang tentunya memerlukan pembiayaan cukup besar.

"Maka dari itu, kita buat kajian sedemikian rupa, sehingga kita bisa mendukung semua program yang sudah dirancang,” kata Firdaus.

Dia menjelaskan, jika ada yang mau mendapatkan UKT tingkat yakni Rp 400 ribu, harus melampirkan penghasilan orangtua, rekening listerik, rekening PDAM, dan sebagainya.

"Kemudian, jika memang ada anak tidak mampu maka harus melampirkan surat keterangan tidak mampu," ucapnya.

Baca juga: Baru 90 Persen Rampung, Gedung Baru IAIN Palopo Terbakar

Menurut dia, UKT IAIN Pontianak masih lebih rendah dari UKT Universitas Tanjungpura.

"Kenaikan UKT ini merupakan pilihan berat, mengingat segala bentuk pembiayaan memerlukan anggaran yang besar jadi perlu dilakukan," jelasnya.

Dia mencontohkan, satu di antara peruntukkan UKT adalah pembayaran gaji dosen non PNS, yang jumlahnya masih belum sebanding dengan jumlah mahasiswa.

Jumlah yang belum sebanding ini akan berpengaruh pada akreditasi.

"Selain itu, UKT akan digunakan untuk pembiayaan fasilitas, sarana dan prasarana karena ke depan akan digunakan ruang kelas digital," tutupnya.

Baca juga: 4 Fakta Baru Gempa Sulteng, Sigi Diterjang Banjir Lumpur hingga Nasib Ijazah IAIN Palu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.