6 Komodo yang Gagal Diselundupkan Akhirnya Dilepasliarkan di Pulau Ontoloe NTT

Kompas.com - 15/07/2019, 12:44 WIB
Enam satwa komodo saat dilepasliarkan di Pulau Ontoloe, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Senin  (15/7/2019) SIGIRANUS MARUTHO BEREEnam satwa komodo saat dilepasliarkan di Pulau Ontoloe, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Senin (15/7/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Enam ekor komodo hasil perdagangan ilegal, akhirnya dilepas liarkan di Pulau Ontoloe, yang masuk ke dalam kawasan wisata alam laut 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Senin (15/7/2019) siang.

Hadir dalam pelepasan komodo itu, yakni Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Exploitasia, Direktur Tipiter Mabes Polri Brigjen Fadil Imran, Perwakilan Polda Jawa Timur Ignasius Purwadi.

Selanjutnya Perwakilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Yusuf Sumalong, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Ahmad Virza Rudiansah, Pejabat BBKSDA Jawa Timur Nandang, Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara, Pejabat dari Pemprov NTT dan dari Kabupaten Ngada.


Pantauan Kompas.com, sebelum dilepas, dilakukan acara penandatangan serah terima oleh sejumlah pejabat tersebut di Pelabuhan Wisata Riung.

Baca juga: Tiga Jenis Satwa Ini Akan Temani Komodo di Pulau Ontoloe NTT

Enam komodo itu, masing-masing dibawa terpisah dengan menggunakan perahu motor kecil dari pelabuhan Wisata Riung ke Pulau Ontoloe.

Waktu tempuh dari Pulau Riung menuju Pulau Ontoloe kurang lebih setengah jam.

Sekitar pukul 10.30 Wita, enam komodo tiba di Pulau Ontoloe dan dilepasliarkan sementara di kandang habituasi milik BBKSDA.

Diawasi 

Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara, mengatakan, pihaknya akan mengawasi selama tiga hari hingga seminggu dan selanjutnya akan dilepasliarkan.

"Kita masih menyesuaikan cuaca, makanannya, sehat, nyaman dan dipastikan sifat liarnya, baru komodo bisa dilepasliarkan,"kata Batubara.

Sebab kata Batubara, kalau komodo tidak ada sifat liarnya, dikhawatirkan akan dimangsa sesama komodo atau ular.

Baca juga: Tiba di Flores, 6 Komodo yang Gagal Diselundupkan Disambut Secara Adat

Selain itu, komodo yang akan dilepas nanti juga harus sehat, makanya pihak BBKSDA juga melibatkan dokter satwa.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri.

"Yang jelas dikirim di tiga negara di wilayah Asia Tenggara melalui Singapura," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Kombes Akhmad Yusep Gunawan kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Regional
4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X