Brigadir Dian, Polisi dengan Tubuh Lumpuh Separuh: Didukung Penuh Keluarga untuk Bangkit (2)

Kompas.com - 15/07/2019, 12:43 WIB
Brigadir Dian Wijayanto dan istri Enggar Puji Lestari di rumahnya Desa Pucung Bedug, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (13/7/2019). Fadlan Mukhtar ZainBrigadir Dian Wijayanto dan istri Enggar Puji Lestari di rumahnya Desa Pucung Bedug, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (13/7/2019).

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Semangat Brigadir Dian Wijayanto, anggota Polsek Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dalam melayani masyarakat tak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya.

Istrinya, Enggar Puji Lestari (29) yang dinikahi pada 2013 lalu selalu setia mendampinginya. Setiap hari Enggar menyiapkan segala keperluan Dian dan mengantar jemput ke kantor.

"Kalau mau berangkat kerja saya menyiapkan apa yang diperlukan. Kita saling kerja sama, kalau saya lagi nggak bisa bantu, dibantu Caca-sapaan karib anak pertamanya Zakia Queisha (5)," kata Enggar di rumahnya, Sabtu (13/7/2019).

Baca juga: Kisah Brigadir Dian, Polisi dengan Tubuh Lumpuh Separuh: Meski Sulit, Tetap Layani Masyarakat Sepenuh Hati (1)

Namun, suaminya merupakan sosok yang mandiri. Brigadir Dian tidak selalu mengandalkan bantuan istrinya, beberapa hal dapat dilakukannya sendiri.

Enggar mengaku sangat bersyukur dengan bantuan yang diterima suaminya. Kini Brigadir Dian dapat menjalankan tugas sebagai abdi negara dengan mandiri.

"Dulu sebelum ada bantuan motor, antara jemput suami bareng anak naik motor. Misal 17-an kan banyak kegiatan, saya antar jemput terus. Dengan adanya bantuan motor sangat terbantu," ujar Enggar.

Enggar mengaku sangat bangga dengan suaminya dengan segala keterbatasan fisik yang dimiliki. Pun demikian dengan kedua buah hatinya.

"Saya berharap bisa jadi panutan buat anak-anak. Walaupun dengan keadaan seperti ini saya berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak bangga sama ayahnya. Ayah cari nafkah buat kita," tutur Enggar.

Baca juga: Ricuh di Pesta Pernikahan Berujung Maut, Pemuda 19 Tahun Tewas Ditembak Polisi

Enggar berharap suaminya dapat pulih seperti sedia kala. Brigadir Dian selalu latihan keras di rumah untuk dapat menggerakkan otot tangan dan kaki kirinya.

Kepala Unit Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Purwanegara Tuparno mengatakan, dengan segala keterbatasannya, dedikasi Brigadir Dian patut diacungi jempol.

"Walaupun dengan keterbatasan dia tetap aktif, keliling ke desa-desa. Orangnya baik, kerjanya bagus, disiplin juga, tidak pernah telat kalau masuk kerja," kata Tuparno.

Menurut Tuparno, Brigadir Dian juga sangat sopan kepada atasan dan orang yang lebih tua.

"Bukan hanya di sini (kantor) saja, di luar juga dia baik. Dia tidak pernah mengalami kesulitan saat menjalankan tugas, dia dapat mengerjakannya sendiri, mandiri orangnya," ujar Tuparno.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Regional
Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Regional
Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Regional
Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Regional
54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Regional
Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di 'Freezer' Kapal China

Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di "Freezer" Kapal China

Regional
2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Regional
Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Regional
Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Regional
Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Antisipasi Ledakan Covid-19 Klaster Pondok Gontor, Balai Desa dan Gedung Sekolah Jadi Ruang Isolasi

Regional
Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kasus Perusakan Fasilitas Pastoran SMK Bitauni oleh Sastrawan Felix Nesi Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Regional
Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Pemkab Banyumas Beri Bantuan Sembako dan Bangun Rumah Mbah Tarso

Regional
'Saya Tidak Minta Apa-apa, Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati Saja'

"Saya Tidak Minta Apa-apa, Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati Saja"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X