Warga Labuha di Maluku Masih Mengungsi Pasca-gempa Magnitudo 7,2

Kompas.com - 14/07/2019, 21:53 WIB
Gempa bumi magnitudo 7,2 di Halmahera membuat Warga Kota Ternate, Maluku Utara lari berhamburan keluar, Minggu (14/07/2019) YAMIN ABDUL HASANGempa bumi magnitudo 7,2 di Halmahera membuat Warga Kota Ternate, Maluku Utara lari berhamburan keluar, Minggu (14/07/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Gempa magnitudo 7,2 yang mengguncang Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku, Minggu (14/7/2019), membuat ribuan warga di daerah itu ketakutan dan lari menyelamatkan diri.

Muhamad Azis, salah satu warga Labuha mengatakan, getaran gempa sangat kuat dirasakan hingga membuat warga berhamburan dari rumah-rumah mereka dan lari ke tempat yang dianggap aman.

“Getarannya sangat kuat sekali, mungkin sekitar 5-7 detik,” kata Azis kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Minggu malam.

Azis mengaku, saat ini ia dan keluarga bersama warga lainnya memilih mengungsi di Masjid Raya Halmahera Selatan karena takut gempa susulan masih terus terjadi.

“Kalau saya dan keluarga di Masjid Raya, di sini kita banyak orang dan belum berani pulang,” ujarnya.

Baca juga: Fokus Pengungsi, BPBD Belum Verifikasi Jumlah Rumah Rusak akibat Gempa Maluku Utara

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halmahera Selatan, Sudarto membenarkan getaran gempa magnitudo 7,2 sangat kuat dan membuat warga lari menyelamatkan diri dari rumah-rumah mereka.

“Gempanya sangat kuat sekali dan bikin semua warga di sini panik,” ujarnya kepada Kompas.com.   

Saat ini ada ribuan warga yang memilih mengungsi di sejumlah lokasi aman di Labuha seperti di Masjid Raya Halmahera Selatan, rumah dinas Bupati Halmahera Selatan, aula kantor bupati serta beberapa lokasi lainnya.

Warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian karena hingga malam ini sejumlah gempa susulan masih tetap terjadi.

Selain itu, warga juga takut kembali ke rumah-rumah mereka karena khawatir akan terjadi tsunami.

Gempa di Labuha tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga di beberapa desa mengalami kerusakan dan roboh. Meski begitu jumlah rumah warga yang rusak hingga kini masih didata.

Baca juga: Pasca-gempa M 7,2, Ribuan Warga Labuha Mengungsi karena Takut Tsunami

Sebelumnya, gempa magnitudo 7,2 mengguncang Labuha pada pukul 18.10 WIT. Episentrum gempa berada pada titik koordinat 0.59 Lintang Selatan dan 128.06 Bujur Barat atau berjarak 62 km Timur Laut Labuha, Maluku Utara. Ada pun gempa tersebut berada pada kedalaman 10 km di bawah permukaan laut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Regional
Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Regional
Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Regional
Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Regional
Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Regional
1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X