Warga Pakai Topeng Wajah Jokowi dan Prabowo Naik Becak di CFD Solo

Kompas.com - 14/07/2019, 10:30 WIB
Warga memakai topeng Jokowi dan Prabowo naik becak di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWarga memakai topeng Jokowi dan Prabowo naik becak di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Sosok Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto naik becak di arena car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/7/2019) pagi.

Mereka berjalan di tengah kerumuman pengunjung CFD. Jokowi dan Prabowo terlihat akrab duduk satu becak. Mereka saling melempar senyum. 

Mereka juga terlihat mengobrol. Jokowi dan Prabowo melambaikan tangan ke arah pengunjung di CFD.

Aksi mereka mengundang perhatian para pengunjung CFD. Sebagian pengunjung mendekati mereka untuk mengajaknya berswafoto atau selfie.

Baca juga: PPP Nilai Pertemuan Jokowi-Prabowo Tekan Dampak Konflik akibat Pilpres

Mereka bukanlah sosok Presiden terpilih Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo sungguhan. Tokoh Jokowi di atas becak itu diperankan Ari Mintarso dan Prabowo diperankan Ari Afanto.

Menurut Ari, aksi tersebut sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap Jokowi dan Prabowo yang baru saja bertemu setelah Pilpres 2019. Mereka bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu kemarin. Setelah itu, keduanya sama-sama naik MRT ke Stasiun Senayan.

"Sebagai warga Solo kami senang mereka bisa bertemu bisa saling berangkulan. Ini merupakan wujud pemimpin yang bersatu," kata Ari.

Seorang pengunjung, Parwoko mengatakan sebagai warga dirinya merasa senang melihat Jokowi dan Prabowo bertemu. Menurut dia, pertemuan mereka membuat warga menjadi nyaman.

"Melihat pemimpin-pemimpin kita bersatu membuat warga menjadi senang dan nyaman. Kita berharap nantinya juga bisa merembet kepada yang lain di level bawah," katanya.

Pengunjung lainnya, Rudi Rozali menambahkan pertemuan Jokowi dan Prabowo membuat kesejukan bagi seluruh warga Indonesia.

"Bagi saya itu suatu dorongan moral yang luar biasa yang ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. Sehingga bisa menyatukan kembali visi dan misi untuk menjaga kesatuan, persatuan, dan kerukunan NKRI," kata warga Karangasem itu.

Menurut Rudi kedua tokoh nasional tersebut bisa menjadi panutan supaya tidak ada lagi perpecahan, permusuhan. Semua anak bangsa harus bersatu untuk membangun Indonesia.

Baca juga: Beragam Respons Parpol soal Pertemuan Jokowi-Prabowo, PKS hingga Demokrat



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X