Rentetan Guguran Lava Gunung Karangetang, Terdengar hingga Pos Pengamatan

Kompas.com - 13/07/2019, 22:16 WIB
Gunung Karangetang tampak jelas mengeluarkan asap putih tebal di kawah utama dan bertekanan gas kuat lebih kurang 400 meter. Sedangkan kawah dua juga mengeluarkan asap putih sedang dengan tekanan gas sedang 150 meter Dokumen Pos Pengamatan Gunung Api KarangetangGunung Karangetang tampak jelas mengeluarkan asap putih tebal di kawah utama dan bertekanan gas kuat lebih kurang 400 meter. Sedangkan kawah dua juga mengeluarkan asap putih sedang dengan tekanan gas sedang 150 meter

MANADO, KOMPAS.com - Rangkaian guguran lava dari Gunung Karangetang, di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih terus berlanjut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, aktivitas guguran lava terjadi dua kali, Sabtu (13/7/2019).

Berdasarkan pengamatan Sabtu ini, guguran lava pertama terjadi pada pukul 00.00-06.00 Wita. Bunyi guguran terdengar lemah.

Baca juga: Gunung Karangetang Muntahkan Guguran Lava, Jarak Luncuran 1.500 Meter

Kedua, pada pukul 12.00-18.00 Wita, saat gunung tertutup kabut, sesekali terdengar guguran lava lemah hingga sedang dan bunyinya sampai di pos pengamatan.

"Rekomendasi level III atau siaga saat ini masih berlaku," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Didi Wahyudi P Bina, dalam keterangannya, Sabtu.

Menurut PVMNG, Gunung Karangetang berepisode seperti itu, yaitu ada gempa fase banyak agak meningkat, ada sinar api, lanjut ada tremor yang diikuti guguran lava, dan proses tersebut berulang.

Berulangnya aktivitas seperti itu, warga diimbau tidak melakukan pendakian dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yakni radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Baca juga: Penyebab Suara Gemuruh dan Sinar Api di Gunung Karangetang

Mengantisipasi terjadinya hujan abu, warga dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, diminta meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X