Saat Risma Mengajarkan Kejujuran Lewat Dongeng ke Anak-anak...

Kompas.com - 13/07/2019, 21:57 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mendongeng dan bercerita di hadapan ratusan siswa tingkat PAUD hingga SMP dan mengajarkan anak-anak tentang arti kejujuran serta pendidikan antikorupsi di Gedung Siola, Surabaya, Sabtu (13/7/2019). Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mendongeng dan bercerita di hadapan ratusan siswa tingkat PAUD hingga SMP dan mengajarkan anak-anak tentang arti kejujuran serta pendidikan antikorupsi di Gedung Siola, Surabaya, Sabtu (13/7/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri Roadshow Bus KPK "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" di Gedung Siola, Surabaya, Sabtu (13/7/2019).

Di hadapan ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kota Surabaya, Risma yang hadir sebagai pembicara diminta mendongeng dan bercerita.

Kepada siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), Risma pun mendongeng sekaligus mengajarkan arti kejujuran.

Risma berinteraksi langsung dengan siswa. Ia memberikan petuah agar anak-anak memiliki sikap jujur sedari kecil hingga tumbuh dewasa.


"Kita tidak boleh mengambil barang atau sesuatu yang bukan punya kita. Kalian harus jujur, berani, adil, biar nanti jadi anak-anak luar biasa," kata Risma kepada ratusan siswa.

Usai mendongeng, Risma juga meminta salah satu siswa untuk bercerita tentang pengalamannya menjalankan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Risma juga memberikan materi kepada guru dan kepala sekolah jenjang TK, SD/MI, dan SMP/MTs agar turut berperan aktif mengajarkan nilai-nilai kejujuran di sekolah.

Risma menjelaskan, guru memiliki peranan penting bagi perkembangan anak-anak. Sebab, anak-anak akan menjadi generasi penerus bangsa.

"Bapak-ibu, tolong layani dengan sungguh-sungguh dan berikan yang terbaik," ujar Risma.

"Panjenengan (guru dan kepala sekolah) mendidik anak-anak bangsa untuk meneruskan perjuangan pendahulunya," lanjut dia.

Pendidikan anti korupsi ini, lanjut dia, sangat penting ditanamkan kepada anak-anak sejak dini lantaran akan membentuk karakter postif ketika mereka sudah dewasa.

Risma meyakini, ke depannya nanti anak-anak akan terbiasa untuk berbuat jujur serta membentuk sikap positif bagi generasi Indonesia yang akan datang.

"Mulai kecil kita tanamkan, maka besarnya akan sulit untuk berubah. Saya yakin kalau ini kita lakukan akan menjadi anak-anak yang luar biasa," tutur Risma.

Saat menjadi pembicara, Risma turut didampingi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang dan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X