4 Fakta Kebakaran di Pasar Lubuk Alung, 142 Kios Terbakar hingga Api Diduga Berasal dari Salon

Kompas.com - 13/07/2019, 07:01 WIB
Ilustrasi kebakaran Muhamad Syahri Romdhon/kompas TVIlustrasi kebakaran

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari api yang muncul di salah satu salon yang terdapat di dalam pasar.

"Ada saksi yang menyebut api berasal dari toko salon. Namun, kami belum bisa memastikannya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/7/2109).

Lija mengatakan, salon tersebut memang berada di dalam pasar. Sementara, di sekelilingnya terdapat kios makanan, kios pakaian, kios barang pecah belah, kosmetik, sembako dan lainnya yang mudah terbakar.

Baca juga: Kebakaran Pasar Lubuk Alung, Api Diduga Berasal dari Salon

3. 142 kios ludes terbakar

Sebanyak 142 kios di Pasar Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, terbakar, Kamis (11/7/2019) malam.

"Setelah didata ada 142 kios yang hangus terbakar. Sebanyak 102 kios berisi dan 40 kios kosong," katanya.

Lija menyebutkan, kios yang terbakar seperti toko salon, kios bahan pokok makanan, kios pecah belah, pakaian, kosmetik dan lainnya. Untuk kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan korban jiwa tidak ada.

Baca juga: 142 Kios Terbakar di Pasar Lubuk Alung Padang Pariaman

4. Menunggu hasil dari tim inafis dan labfor Medan

Ilustrasi kebakaranKOMPAS.com / Syahrul Munir Ilustrasi kebakaran

Untuk menyelidiki penyebab pastinya, tim Inafis Polda Sumbar dan Laboratorium Forensik Medan sudah turun melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Untuk penyebab pastinya, kita masih menunggu hasil dari tim Inafis dan Labfor Medan," kata Lija.

Baca juga: Kebakaran di Tebet Sebabkan 1.400 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Sumber: KOMPAS.com (Putra Perdana)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Regional
Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Regional
Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang 'Maaf', Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Regional
Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Regional
Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X