[POPULER NUSANTARA] Orangtua Santri: Kami Trauma, Bantu Anak Kami Pindah dari Pesantren Ini | Kejutan dari Jokowi

Kompas.com - 13/07/2019, 06:20 WIB
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019) KOMPAS.com/MASRIADI Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019)

KOMPAS.com - Kasus pelecehan seksual terhadap 15 santri di pesantren yang berada di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe yang diduga dilakukan pimpinan pesantren berinisial Al (45) dan seorang guru MY (26), masih hangat dan menjadi sorotan pembaca.

Karena, pimpinan pesantren dan seorang guru membantah melakukan pelecehan seksual terhadap 15 santri.

Bahkan, puluhan orangtua santri pun mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Kedatangan mereka seiring ditangkapnya AI dan MY, pimpinan dan guru pesantren tersebut oleh penyidik Polres Lhokseumawe.

Selain itu, berita kejutan dari Jokowi, ini mukjizat luar biasa, juga masih menjadi sorotan pembaca.

Pasangan suami istri yang patah kaki, setelah mengalami kecelakaan pada Januari 2019 lalu di Kabupaten Sikka, Flores, NTT, Quido Van Areso dan Yoventa Timbu, menerima santunan sebesar Rp 10 juta dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Uang tersebut diserahkan langsung kepada Quido dan Yoventa oleh staf Sekretariat Presiden (Setpres), Adun Rusmawan di Biara Susteran PACR, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, Kota Maumere.

Berikut ini berita populer nusantara selengkapnya:

1. Orangtua santri minta bantu pindah dari pesantren ke sekolah lain

Puluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). KOMPAS.com/MASRIADI Puluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

Puluhan orangtua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

Mereka datang untuk mengambil barang anak-anaknya. Sebagian lagi meminta kejelasan uang yang telah disetorkan sebagai biaya pendidikan anak ke pesantren tersebut.

“Anak saya sudah kelas tiga aliyah. Delapan bulan lagi sudah selesai. Bantu kami pak, buat anak saya pindah dari pesantren ini ke sekolah lain. Tapi, saya tidak punya biaya. Kendalanya di biaya,” kata seorang ibu, yang tak mau menyebutkan namanya.

Ucapan itu disampaikan kepada Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota Lhokseumawe, Muslem, yang datang mendengar keluhan orangtua wali.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X