Tak Ditangkap, Kades yang Diduga Selewengkan 1,5 Ton Raskin di OKI

Kompas.com - 12/07/2019, 23:17 WIB
Puluhan karung beras diduga hendak diselewengkan diamankan dari sebuah lokasi pabrik di Desa Ulak Jermun OKI DOK POLRES OKIPuluhan karung beras diduga hendak diselewengkan diamankan dari sebuah lokasi pabrik di Desa Ulak Jermun OKI

 

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Kasat Reskrim AKP Agus Prihandika menyebutkan, Kepala Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Ogan Komering Ilir, berinisial SM tidak ditangkap saat terjadi keributan warga terkait dugaan pengoplosan beras miskin, Jumat (12/7/2019).

"Yang diamankan hanya beras, tidak ada penangkapan maupun penahanan terhadap siapa pun termasuk kades seperti ramai dibicarakan, penanganan kasus ini juga sudah diambil alih oleh Unit Pidkor Polres OKI," kata Agus, Jumat.

Agus menambahkan, sejumlah orang sudah dimintai keterangan terkait kasus itu. Polisi juga akan meminta penjelasan pihak Bulog dan Dinas Sosial OKI mengenai status beras tersebut. 

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak Bulog dan Dinas Sosial OKI untuk menanyakan status beras tersebut, mohon rekan-rekan sabar, ya," jelasnya.

Baca juga: Warga Tangkap Kades yang Diduga Selewengkan 1,5 Ton Beras Bersubsidi

Sebelumnya, tujuh warga Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mendatangi polres setempat untuk melapokan oknum kades mereka berinisial SKM karena diduga telah menyelewengkan jatah beras sejahtera bersubsidi dari pemerintah untuk warga desa sebanyak 1,2 ton, Jumat petang.

Ketujuh warga itu masing-masing bernama Suparman, Pradi, Mutawal, Samson, Pardi dan Solindi yang menjabat ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa setempat.

Ketua BPD Solindi yang dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, kedatangan mereka ke Polres OKI melaporkan oknum kepala desa mereka guna memastikan dugaan penyelewenan itu diproses. 

Sebelumnya jelas Solindi, pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, warga mendatangi sebuah pabrik yang diduga menjadi tempat pengoplosan beras subsidi dengan cara memindahkan beras dari karung bertuliskan beras subsidi ke karung non subsidi. 

"Saat warga datang, ada 5 orang termasuk kades berada dalam pabrik dan sedang memindahkan beras dari karung bersubsidi ke karung yang ukurannya lebih besar, sempat terjadi adu mulut antara kades dengan warga sebelum akhirnya kades keluar dan meninggalkan pabrik diikuti keempat orang lainnya," terang Solindi 

Setelah kades SKM dan keempat orang lainnya itu pergi, pintu pabrik langsung dikunci dan warga melapor ke Polsek SP Padang. 

"Bersama warga polisi lalu membuka pintu pabrik dan menemukan banyak karung beras subsidi yang belum dibuka. Ada juga karung yang sudah dibuka dan termasuk karung beras non subsidi yang sudah berisi beras. Oleh polisi karung beras itu dibawa ke Mapolsek SP Padang," katanya.

"Kami curiga beras itu diselewengkan, makanya kami melaporkan secara resmi kades tersebut," katanya.

Baca juga: Video Nenek Diikat karena Mencuri Beras Viral, Ini Kejadian Sebenarnya

Kasat Reskrim AKP Agus Prihandika Membenarkan adanya penyitaan beras di Desa Ulak Jermun oleh personel Polsek SP Padang Jumat dini hari tadi. Hanya saja Agus mengoreksi berita sebelumnya yang menyatakan adanya penangkapan maupun penahanan kades Ulak Jermun SKM maupun orang lainnya.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Regional
Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Regional
Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Regional
Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Regional
Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Regional
Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Regional
Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Regional
Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Regional
Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Regional
Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Regional
[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

Regional
Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Regional
4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

Regional
Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Khawatir Merugi, Petani di Kampar Panen Padi di Tengah Banjir

Regional
Dalam 2 Bulan, Atap 2 Gedung Sekolah di Jatim Ambruk, Ini Kata Emil Dardak

Dalam 2 Bulan, Atap 2 Gedung Sekolah di Jatim Ambruk, Ini Kata Emil Dardak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X