Orangtua Santri: Kami Trauma, Bantu Anak Kami Pindah dari Pesantren Ini…

Kompas.com - 12/07/2019, 15:45 WIB
Puluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). KOMPAS.com/MASRIADIPuluhan orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019).

Hingga siang ini, sambung Muslem, pihaknya belum menerima berapa jumlah santri di pesantren tersebut.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Sepak Terjang Gubernur Kepri Nurdin Basirun | Diduga Cabuli 15 Santri, Pimpinan Pesantren dan 1 Guru Ditahan

Minta pindah

Muslem, meminta guru pesantren yang hadir di lokasi untuk menyerahkan data itu ke Pemerintah Kota Lhokseumawe sore nanti.

“Paling telat sore nanti. Dari kemarin saya minta data itu. Tidak boleh ada yang mengatakan tidak tau data. Masak iya, pesantren tidak punya data. Kami mau data pasti seluruh santri, agar mudah mendata keperluan mereka,” kata Muslem.

Sejumlah orang tua yang hadir mengaku anaknya tidak menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan AI dan MY.

Namun, mereka mengaku anaknya trauma mendengar berita penangkapan pimpinan pesantren dan seorang guru.

Baca juga: 7 Fakta Pimpinan dan Guru Pesantren Diduga Cabuli 15 Santri, Diancam 90 Kali Cambuk hingga 5 Trauma

Sehingga tak tidak mau melanjutkan pendidikan di lembaga itu. Mayoritas mereka minta difasilitasi pindah ke sekolah lain.

“Kata pengelola pesantren sekitar 300 santrinya. Itu belum pasti. Kami terus data,” kata Muslem.

Surat polisi

Sebagian orang tua sudah mengangkut barang-barang anaknya dari pesantren itu.

Pengurus kompleks, Aling Kamaruzzaman, menyebutkan untuk bisa mengangkut barang, pengurus kompleks meminta orang tua untuk mengurus surat izin angkut barang ke polisi.

“Kalau ada surat izin dari polisi boleh angkut barang. Kalau tidak ada, kami tidak izinkan. Nanti hilang pula barang santri. Sejauh ini sudah belasan yang angkut barang,” kata Aling.

Baca juga: Santri Korban Pencabulan di Pesantren Diberi Pendampingan Psikologis

Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan.


Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X