Wakil Bupati SBB Laporkan 4 Orang ke Polisi atas Kasus Berita Hoaks

Kompas.com - 12/07/2019, 11:36 WIB
Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Timotius Akerina RAHMAT RAHMAN PATTYWakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Timotius Akerina

AMBON, KOMPAS.com - Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Timotius Akerina melaporkan sejumlah orang ke Polda Maluku atas dugaan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik.

Salah satu kuasa hukum wakil bupati Seram Bagian Barat, Alferd Tutupary kepada Kompas.com mengatakan, ada empat orang yang telah dilaporkan ke Polda Maluku atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dan juga pencemaran nama baik.

“Bukan tiga, tapi ada empat yang kami laporkan ke Polda Maluku kemarin. Jadi untuk laporan Nomor 25/KAT-AS/K VII 2019 itu ada tiga orang dan laporan nomor 26 itu satu orang,” kata Alverd via telepon selulernya, Jumat (12/7/2019).

Menurut Alverd, dari empat orang yang dilaporkan ke Polda Maluku itu, dua orang di antaranya adalah Usman dan RHW alias Husein merupakan narasumber yang menginfoirmasikan soal kasus Anggaran Dana Desa (ADD) dan kasus dugaan pencemaran nama baik wakil bupati di salah satu media cetak di Ambon.

“Keduanya dilaporkan karena menginformasikan hal-hal yang tidak benar terhadap klien kami, sehingga klien kami merasa dirugikan,” kata Alverd.

Baca juga: BA Minta Maaf Sudah Catut Kompas.com untuk Hoaks Pernyataan Kapolri

Dua orang lainnya yang ikut dilaporkan ke Polda Maluku yakni pemilik akun Facebokok, Matdoan Yade dan RS alais Rusli, yang diduga ikut menyebarkan pemberitaan tersebut di media sosial.

Menurut Alverd kliennya menempuh langkah hukum untuk memproses keempat orang tersebut agar persoalan itu tidak menjadi preseden buruk di masyarakat. Selain itu, langkah hukum atas kasus tersebut ditempuh agar terduga pelaku mendapatkan efek jera.

“Soal tindak lanjut, saat ini kita masih tunggu disposisi. Kita meminta proses hukum berjalan dengan transparan agar ada efek jera,” katanya.

Dia pun mengingatkan kepada semua pihak agar sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyampaikan kebohongan di publik karena hal tersebut memiliki konsekuensi hukum. “Jadi kami ingin ada efek jera,” katanya.

Baca juga: Fakta di Balik Viral Pernikahan Nenek dan Pemuda 19 Tahun di Pati: Foto Hoaks, hingga Dibatalkan KUA

Kasus dugaan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik terhadap wakil bupati Seram Bagian Barat ini resmi dilaporkan tim kuasa hukum ke Polda Maluku pada Rabu (10/7/2019) dua hari lalu.

Sebelumnya, wakil bupati Seram Bagian Barat menyampaikan telah menyerahkan penanganan masalah tersebut kepada tim kuasa hukumnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X