Akhirnya, Suami-Istri yang Patah Kaki di Flores Tak Lagi Gunakan Tongkat

Kompas.com - 12/07/2019, 10:39 WIB
Foto : Quido Van Areso dan Yoventa Timbu menangis saat menerima kursi roda dari Polda NTT di halaman Polres Sikka, Rabu (10/7/2019).  Nansianus TarisFoto : Quido Van Areso dan Yoventa Timbu menangis saat menerima kursi roda dari Polda NTT di halaman Polres Sikka, Rabu (10/7/2019). 

MAUMERE, KOMPAS.com-Bantuan kepada suami isteri, Quido Van Areso dan Yoventa Timbu yang mengalami patah kaki di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ( NTT), terus mengalir dari berbagai kalangan. 

Kali ini, bantuan datang dari Kepolisian Daerah NTT. Bantuan yang diberikan berupa 2 kursi roda untuk Quido dan Yoventa. 

Kursi roda itu diberikan Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang kepada Quido dan Yoventa di halaman kantor Polres Sikka, Rabu (10/7/2019). Hari itu bertepatan dengan upacara peringatan ke-73 Hari Bhayangkara. 

Saat menerima 2 kursi roda itu, Quido dan Yoventa serta kedua anak mereka menangis tersedu-sedu penuh haru. Air mata jatuh membasahi pipi semua anggota keluarga yang tengah bahagia itu. 

Tangisan mereka membuat situasi saat itu hening sejenak. Ekpresi keluarga Quido dan Yuventa mengundang empati orang-orang yang hadir saat itu. Ada yang meneteskan air mata, ada pula yang tersenyum bahagia melihat Quido dan istrinya bisa berada di kursi roda.

Sejak saat itulah, keduanya tidak lagi jalan menggunakan tongkat untuk berjalan. 

Usai menerima kursi roda, Quido dan Yoventa pun dikerumuni sejumlah awak media untuk menanyakan perasaan mereka saat itu. 

"Saya tidak sadar tadi air mata keluar. Saya terlalu bahagia karena begitu banyak yang peduli dengan kondisi kami," ungkap Quido sambil mengusap air matanya.

Baca juga: Derita Suami Istri di Flores: Kaki Patah, Makan Tunggu Belas Kasih Tetangga dan Anak Telantar

Baca juga: Curhat Suami-Istri yang Patah Kaki di Flores: Terima Kasih, Kami Sudah Bisa Tidur Nyaman

Seperti mukjizat

Quido tidak menduga, banyak pihak yang peduli kondisi dirinya bersama istri. Padahal, sebelumnya dia merasa sudah tidak punya harapan untuk keluar dari situasi sulit.

"Sebenarnya kami ini sudah pasrah. Bayangkan berbulan-bulan sakit tanpa perawatan, tidak bisa bekerja. Makan saja tunggu belas kasih tetangga. Selama ini, kami hanya berdoa saja. Dan mukjizat Tuhan hadir melalui orang-orang yang peduli terhadap kami ini," kata Quido. 

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X