Ketua DPRD: Semoga Gubernur Kepri Kuat dan Tabah...

Kompas.com - 12/07/2019, 09:20 WIB
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (kiri) berjalan menuju ruang pemeriksaan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Nurdin Basirun diperiksa penyidik KPK usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT)  bersama lima orang lainnya terkait kasus dugaan suap perizinan reklamasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/WSJ. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayGubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (kiri) berjalan menuju ruang pemeriksaan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Nurdin Basirun diperiksa penyidik KPK usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama lima orang lainnya terkait kasus dugaan suap perizinan reklamasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/WSJ.
Editor Rachmawati

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak  menyatakan prihatin dengan penangkapan Nurdin Basirun Gubernur Kepri oleh KPK saat operasi  tangkap tangan ( OTT) suap dana izin reklamasi, Rabu (10/7/2019).

"Kami di DPRD ikut prihatin. Semoga beliau diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi ujian tersebut," kata Jumaga Nadeak di Tanjungpinang, Kamis (11/7).

Namun politisi PDI Perjuangan itu enggan berkomentar lebih banyak perihal OTT gubernur ini. Terlebih ia mengaku tidak mengetahui objek yang menjadi persoalan di dalam penangkapan tersebut.

"Saya tidak tau objek masalahnya apa, nanti salah komentar. Kita tunggu saja pengumuman resmi dari KPK," imbuhnya.


Baca juga: Kena OTT, Gubernur Kepri Nurdin Basirun Dikenal Murah Hati

Meski kepala daerah  mereka saat ini tengah tersandung kasus hukum dengan KPK, Jumaga berharap agar kegiatan pemerintahan di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kepri tetap berjalan baik.

"Pemerintah harus tetap berjalan, kita masih punya  wakil gubernur dan Sekda Kepri," ungkapnya.

Dia mengaku optimis jika seluruh program kerja yang sudah dirancang Nurdin sebelumnya tidak akan terpengaruh dengan adanya OTT tersebut. Salah satu proyek prioritasnya adalah pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin).

"Kalau soal jembatan Babin kami optimis tidak akan terganggu. Apalagi pembangunannya menggunakan dana APBN," sebut Jumaga.

Baca juga: Gemar Melaut, Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kerap Dipanggil Kapten

Saat OTT terhadap Gubernur Kepri ini, KPK juga mengamankan dua kepala dinas serta tiga staf Pemprov Kepri. Kelimanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di gedung KPK di Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X