Dua Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Koper Segera Diadili

Kompas.com - 12/07/2019, 06:46 WIB
Tersangka AS (tengah), satu daru dua pelaku pembunuhan mayat dalam koper di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019). KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALTersangka AS (tengah), satu daru dua pelaku pembunuhan mayat dalam koper di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Berkas perkara dan tersangka kasus mutilasi mayat dalam koper dinyatakan sempurna atau P21 oleh jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sejak 9 Juli 2019 lalu.

Kamis (11/7/2019), tersangka dan barang buktinya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kediri untuk menghadapi proses sidang.

"Sesuai surat dari penyidik Ditreskrimum, hari ini tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kediri," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Mayat Dalam Koper dan Peranan Para Tersangka

Kasus pembunuhan terhadap guru kesenian honorer bernama Budi Hartanto tersebut diungkap awal April lalu dari koper di pinggir sungai bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Warga sempat gempar karena di dalam koper terdapat tubuh pria tanpa kepala.

Sepekan kemudian, polisi berhasil menangkap 2 pelaku bernama Aris dan Azis. Kepada polisi, kedunya mengaku memotong kepala korban agar tubuhnya bisa dimasukkan ke koper. Sementara kepala korban dibuang ke sungai yang tidak jauh dari lokasi pembuangan koper.

Baca juga: Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Sebut Tersangka AP Kerap Konsumsi Narkoba

Sementara motif pembunuhan, karena korban marah tidak diberi uang setelah pelaku dan korban melakukan hubungan badan sesama jenis.

Keduanya dijerat pasal Pasal 338 juncto pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Pasien Positif Corona di Riau Bertambah Jadi 11 Orang

Regional
Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Kisah Haru Tiga Bocah di Makassar Bongkar Celengan untuk Tenaga Medis Beli Masker

Regional
Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Bocah 5 Tahun Tiba-tiba Menghilang Saat Diajak Ibunya Isi Pulsa, Besoknya Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Regional
Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Gempa 6,1 M Guncang Maluku Utara, Warga di Sitaro, Sulut, Sempat Keluar Rumah

Regional
Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Cegah Corona, Pemkab Nias Selatan Tutup Akses Masuk Wilayah

Regional
Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X