Hilangkan Hak Pilih, 5 Komisioner KPU Palembang Dituntut 6 Bulan Penjara

Kompas.com - 11/07/2019, 18:13 WIB
Lima komisioner KPu Palembang saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Kamis (11/7/2019). Dalam sidang tersebut, para terdakwa dituntut dengan hukuman penjara 6 bulan. KOMPAS.com/AJI YK PUTRALima komisioner KPu Palembang saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Kamis (11/7/2019). Dalam sidang tersebut, para terdakwa dituntut dengan hukuman penjara 6 bulan.

PALEMBANG, KOMPAS. com - Lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang  dituntut 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun, dan denda sebesar Rp10 juta subsider 1 bulan penjara terkait kasus menghilangkan hak piih warga saat Pemilu 17 April.

Tuntutan itu dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Klas 1 A Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (11/7/2019).

"Para terdakwa terbukti tidak secara cermat saat melakukan verifikasi yang menentukan dilaksanakannya pemungutan suara lanjutan atau tidak yang menyebabkan hilangnya hak pilih warga negara," kata JPU Ursula Dewi dalam sidang, Kamis.

Baca juga: 5 Komisioner KPU Palembang Didakwa Hilangkan Hak Pilih Warga Saat Pemilu

Dalam tuntutan tersebut, JPU menyebutkan lima terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan perbuatan yang menyebabkan hak pilih orang lain hilang, seperti yang tercantum dalam Pasal 510 UU nomor 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum jo Pasal 55 KUHP.

Hal yang memberatkan para terdakwa adalah ditemukannya ketidakcermatan dalam penyelenggaraan pemilu.

"Yang meringankannya lebih banyak. Salah satu yang meringankan yakni para terdakwa ini telah berperan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 di Palembang," ujar Ursula.

Baca juga: Disidang Maraton, 5 Komisioner KPU Palembang Jalani 4 Agenda Sekaligus

Ketua Majelis Hakim Erma Suharti menyebutkan, selama masa percobaan satu tahun, para terdakwa tidak perlu ditahan selama tak melakukan tindak pidana.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, sidang tersebut langsung ditutup dan akan dilanjutkan besok.

"Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembelaan dari penasihat hukum dan vonis " ujar Erma. 

Kuasa hukum lima terdakwa, Rusli Bastari tetap berkeyakinan kliennya tidak bersalah dalam proses pemilu.

Rusli akan menyampaikan pledoi atau nota pembelaan pada sidang lanjutan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Cerita di Balik Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras, Paman Mengaku Iseng agar Ponakannya Tak Menangis

Regional
Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Bertengkar dengan Pelaku di Depan Ibunya, Terbongkar Siswi Ini Diperkosa Saat Cari Sinyal

Regional
Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Diancam Diceraikan jika Tak Menurut

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Diancam Diceraikan jika Tak Menurut

Regional
Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Susiato Tewas Dibacok Teman Satu Kos, Polisi: Pelaku Tersinggung Disebut Ganteng

Regional
Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewaskan 1 Orang, Pemilik Pabrik: Penjaga Iseng Main Korek

Regional
Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Usai dari Luar Kota, Wakil Bupati Pangandaran dan Istri Positif Covid-19

Regional
Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Pilu, Siswi 15 Tahun Diperkosa di Hutan Saat Cari Sinyal untuk Belajar Daring

Regional
Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Cerita Pria Gunakan Foto Artis Korea untuk Menipu, Ancam Sebar Foto Bugil, 8 Perempuan Jadi Korban

Regional
Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Provinsi Jawa Tengah Kembali Terima 248.600 Dosis Vaksin, Ganjar Minta 12 Daerah Langsung Eksekusi

Regional
Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Menyoal KKN Lapangan Unila, Rencana Libatkan Ribuan Mahasiswa hingga Ditunda Setelah Diprotes Warganet

Regional
UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X