Situs Pataan di Lamongan Diduga Bekas Tempat Ibadah dan Permukiman Elit

Kompas.com - 11/07/2019, 16:51 WIB
Keramik dan sisa pecahan tembikar yang ditemukan di sekitar Situs Pataan di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. HAMZAH ARFAHKeramik dan sisa pecahan tembikar yang ditemukan di sekitar Situs Pataan di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan.

LAMONGAN, KOMPAS.com – Ekskavasi ketiga sudah dilakukan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur di Situs Pataan, sejak 3 Juli 2019 kemarin. Ini merupakan ekskavasi ketiga yang dilakukan di situs tersebut, setelah medio 2013 dan 2018.

Kepala BPCB Trowulan Jatim Andi Muhammad Said mengatakan, bila situs Pataan yang berada di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, Jatim, merupakan peninggalan zaman Airlangga pada abad ke-10.

“Jadi, untuk sementara kajian kita itu menunjukkan, ini peninggalan masa muda Airlangga di abad ke-10 dan ini sebelum Majapahit,” ujar Andi, Kamis (11/7/2019).

Menurut Andi, dilihat dari ciri-cirinya, bangunan yang ditemukan adalah Buddha. Hal itu terlihat dari stupa, bangunan pintu gerbang, dan belakang yang seperti ini Vihara.


Dengan bangunan dan sisa-sisa peninggalan yang ditemukan di sekitar kompleks situs Pataan, Andi dan para arkeolog BPCB Trowulan memprediksi, situs Pataan merupakan tempat ibadah yang juga menjadi perumahan bagi penghuninya saat itu.

“Banyak lagi kita temukan keramik, di mana keramik itu kebutuhan rumah tangga untuk keluarga kelas atas pada masa itu. Enggak semua kalangan masyarakat bisa memiliki keramik waktu itu,” kata Andi.

Baca juga: Bangunan Baru yang Ditemukan di Situs Pataan Menyerupai Stupa

Andi berharap, proses ekskavasi dapat segera dirampungkan di situs Pataan, sehingga dapat dilihat secara nyata bentuk peninggalan tersebut secara utuh. Selama ini, rekaan pihak BPCB juga baru berdasar dari hasil yang ditemukan.

Andi mengatakan, progress ekskavasi yang dilakukan hingga tahap ketiga masih berkisar 30 persen. Namun, ia dan jajarannya sudah mengetahui luasan lahan di situs Pataan yang diprediksi berukuran 72x71 meter persegi.

Mengenai biaya untuk melakukan ekskavasi total di situs Pataan, Andi memperkirakan membutuhkan biaya antara Rp300 hingga Rp500 juta.

“Sebenarnya kalau waktu sih nggak terlalu lama, tiga bulan bisa selesai. Yang penting kita sama-sama, rame-rame, anggaran tersedia. Dan anggarannya juga tidak besar, Rp300 sampai Rp500 juta selesai itu,” ucap dia.

Bangunan utama Situs Pataan di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, yang diduga pihak BPCB Trowulan merupakan Vihara.HAMZAH ARFAH Bangunan utama Situs Pataan di Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan, yang diduga pihak BPCB Trowulan merupakan Vihara.

Pemerintah daerah mendukung

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan Ismunawan mengatakan, pihaknya mendukung langkah BPCB Trowulan untuk melakukan ekskavasi total di Situs Pataan, sehingga nantinya dapat diketahui secara utuh.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditabrak, Kapal Pengangkut Semen Tenggelam di Pelabuhan Lembata

Ditabrak, Kapal Pengangkut Semen Tenggelam di Pelabuhan Lembata

Regional
Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari, Kakak Beradik di Palembang Idap Penyakit Kulit Langka

Kulit Melepuh Saat Terkena Matahari, Kakak Beradik di Palembang Idap Penyakit Kulit Langka

Regional
Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Regional
Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Regional
Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Regional
Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Regional
Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Regional
Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Regional
Dengan Stiker 'Keluarga Miskin', Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Dengan Stiker "Keluarga Miskin", Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Regional
Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Regional
Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Regional
Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X