Bupati Garut Lirik Potensi Perdagangan Anjing yang Bisa Seharga Rp 50 Juta

Kompas.com - 11/07/2019, 16:08 WIB
Anjing peranakan Garut dan impor yang diklaim seharga Rp 8 juta per ekor meski masih anakan saat diberi vaksin rabies, Kamis (11/07/2019) ARI MAULANA KARANGAnjing peranakan Garut dan impor yang diklaim seharga Rp 8 juta per ekor meski masih anakan saat diberi vaksin rabies, Kamis (11/07/2019)

GARUT, KOMPAS.com - Bupati Garut Rudy Gunawan dibuat kaget dengan potensi perdagangan anjing di Garut, Jawa Barat. Rudy baru mengetahui penjualan seekor anjing bisa mencapai Rp 50 juta.

"Saya juga baru tahu, ternyata ada potensi ekonomi yang besar," kata Rudy seusai menyaksikan pemberian vaksin rabies gratis dari Balai Karantina Kementerian Pertanian untuk 2.000 ekor anjing di Garut, Jawa Barat, Kamis (11/7/2019).

Menurut Rudy, dalam setahun, sedikitnya 3.000 ekor anjing dikirim dari Garut ke Pulau Sumatera. Harga satu ekor anjing ada yang bisa mencapai Rp 8 juta.

Rudy mengaku baru mengetahui bahwa ada anjing peranakan asli Garut yang percampuran dengan anjing impor. Anjing ini, meski baru anakan, harganya bisa mencapai Rp 8 juta.

"Bahkan kalau sudah terlatih, harganya bisa sampai Rp 50 juta," kata Rudy.

Baca juga: Sekitar 5.000 Anjing di Garut Bakal Disuntik Vaksin Rabies

Meski memiliki potensi ekonomi yang besar, menurut Rudy, perdagangan anjing tetap harus memperhatikan banyak hal, terutama menyangkut kesehatan hewan dan juga nilai-nilai agama yang ada di masyarakat.

Rudy berjanji akan mendorong pengembangan ekonominya selama tidak ada pihak yang tidak terganggu.

"Untuk kesehatannya, kami juga akan siapkan pembagian vaksin rabies gratis," kata Rudy.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Ali Jamil mengakui, banyak anjing dari Garut yang diperdagangkan hingga ke Pulau Sumatera. Hal ini diketahui dari hasil pemantauan Kantor Karantina Cilegon yang memantau penyeberangan hewan di Pelabuhan Penyeberangan Merak.

"Kebanyakan ke Sumatera Barat, untuk kepentingan berburu babi, karena di sana daging babi hasil buruannya juga sudah bisa diekspor ke Vietnam," kata Ali.

Balai Karantina memastikan penyebaran hewan hingga keluar pulau tersebut tidak sampai menyebarkan penyakit seperti rabies. Untuk itu, saat ini pihaknya melakukan vaksinasi gratis di Garut.

"Garut ini menjadi daerah pengirim anjing kedua terbesar ke Sumatera, yang pertama adalag Sumedang," kata Ali.

Baca juga: Fakta Terbaru Anjing yang Dibawa ke Masjid, Ditemukan Mati, Bangkai Tetap Jadi Barang Bukti

Kepala Kantor Karantina Pertanian Cilegon Raden Nurcahyo Nugroho mengungkapkan, pada 2018, jumlah anjing yang dikirim dari Garut ke Sumatera mencapai 3.000 ekor lebih.

Untuk memastikan anjing-anjing yang dikirim tidak menderita rabies, pihaknya mewajibkan anjing yang dikirim dilengkapi dengan dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan bukti vaksinasi berupa kartu vaksinasi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X