Sepak Terjang Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Jago Mengarungi Laut hingga Kehilangan "Pasangan"

Kompas.com - 11/07/2019, 07:05 WIB
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

KOMPAS.com  —  Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun terjaring dalam operasi tangkap tangan ( OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Kepulauan Riau, Rabu (10/7/2019) malam.

KPK menduga akan terjadi transaksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau. Selain itu, KPK juga mengamankan uang sebesar 6.000 dollar Singapura dalam operasi ini.

"Kepala daerah di tingkat provinsi ya. Kemudian kepala dinas yang mengurus bidang kelautan, kemudian ada kepala bidang, PNS, dan pihak swasta yang kami periksa dan kami klarifikasi di polres," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu malam.

Baca juga: OTT KPK di Kepri, 6 Orang Diperiksa di Polresta Tanjungpinang

Nurdin Basirun menjabat Gubernur Kepulauan Riau sejak akhir Mei 2016 menggantikan Muhammad Sani yang meninggal dunia pada April 2016.

Nurdin dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 25 Mei 2016, bersama dengan Arsyadjuliandi Rachman yang dilantik menjadi gubernur Riau menggantikan Annas Mamun yang dinonaktifkan karena kasus korupsi alih fungsi lahan dan Tengku Erry Nuradi yang dilantik menjadi Gubernur Sumatera Utara menggantikan Gatot Pudjo Nugroho yang tersandung kasus korupsi dana bantuan sosial di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Nurdin menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri. Dia hanya mendampingi Muhammad Sani selama dua bulan sejak dilantik pada 12 Februari 2016. Gubernur Sani meninggal pada usia 73 tahun pada 8 April 2019 setelah sempat dirawat di Jakarta.

Baca juga: OTT KPK di Kepri, Pintu Masuk Polres Tanjungpinang Dijaga Ketat

Jauh sebelum menang dalam Pilkada Kepri pada 2015, keduanya pernah berpasangan dengan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karimun pada 2001-2005.

Setelah itu, Nurdin kemudian menjadi orang nomor satu di Kabupaten Karimun selama dua periode, yaitu dari 2005 hingga 2015.

Kenyang kritik hingga diinterpelasi

Kritik bertubi-tubi datang kepada Nurdin Basirun hanya beberapa waktu setelah dilantik sebagai Gubernur Kepulauan Riau, bahkan hingga genap setahun Nurdin memimpin Kepri.

Dalam berbagai kesempatan, Nurdin selalu menyampaikan bahwa ia tidak pernah menyangka mewarisi jabatan strategis itu. Awalnya, ia mengaku merasa seperti kehilangan sosok seorang guru, ayah, dan teman berdiskusi.

Wakil Ketua DPRD Kepri Husnizar Hood dan sejumlah tokoh masyarakat berpendapat Nurdin belum siap "ditinggalkan" Sani, sang guru yang pernah bersamanya memimpin Kabupaten Karimun.

"Nurdin harus fokus memimpin Kepri," ujar Huznizar yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Demokrat Kepri saat itu.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X