Pura-pura Buang Air hingga Tertabrak Truk di Tol, Kurir Sabu Akhirnya Tewas

Kompas.com - 10/07/2019, 10:31 WIB
Polisi menunjukkan foto dan barang bukti sabu yang disimpan dalam galon cat di Mapolda Jatim, Selasa (9/7/2019) KOMPAS.com/A FAIZALPolisi menunjukkan foto dan barang bukti sabu yang disimpan dalam galon cat di Mapolda Jatim, Selasa (9/7/2019)


SURABAYA, KOMPAS.com - Peter Kristiono, kurir narkoba yang menyimpan sabu dalam galon cat, dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Hermina Bekasi. Peter akhirnya tewas setelah ditabrak truk saat melarikan diri di ruas jalan tol di wilayah Bekasi,pada 3 Juli 2019 lalu.

"Pelaku meninggal dunia keesokan harinya, pada Kamis 4 Juli 2019. Jenazah langsung dibawa ke RS Polri Keramat Jati untuk diautopsi dan diserahkan kepada keluarganya," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, Selasa (9/7/2019).

Barang bukti sabu seberat lebih dari 11 kilogram yang disimpan dalam galon cat itu dikirim dari Myanmar-Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui Jakarta lewat jalur laut. Selain akan dikirim ke Surabaya, rencananya sabu juga akan dikirim ke wilayah Madura.

Baca juga: 10 Kilogram Sabu Disembunyikan dalam Galon Cat Menuju Surabaya

Peter Kristiono diketahui sebagai kurir narkoba yang dikendalikan oleh bandar yang saat ini berada di salah satu lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur.

"Pengembangan terus kami lakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas lagi," kata Luki.

Peter Kristiono ditangkap di sebuah rumah di Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (3/7/2019) lalu. Dia ditangkap saat menerima kiriman puluhan galon cat yang di antaranya berisi sabu.

Peter sempt mencoba kabur di tengah perjalanan dari Jakarta menuju Polda Jawa Timur di Surabaya.

Baca juga: Aksi Nekat Pemilik Sabu, Izin Buang Air hingga Tertabrak Truk di Tol

Saat tim polisi berhenti di rest area SPBU Tol Tambun Bekasi, pelaku yang dalam keadaan kedua tangan diborgol, meminta izin untuk buang air kecil. Petugas pun mengawalnya ke kamar kecil.

Namun, saat berjarak 2,5 meter dari mobil, pelaku mendorong petugas pengawal hingga terjatuh dan pelaku lari ke arah jalan tol dengan melompat pagar pembatas jalan tol.

Saat berlari, pelaku tertabrak truk yang sedang melintas. Polisi tidak sampai mengeluarkan tembakan peringatan, karena kondisi lalu lintas saat itu ramai dan padat.

Namun, pelaku berhasil ditangkap kembali dan dibawa ke rumah sakit Hermina Bekasi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Regional
Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur Akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Regional
Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Regional
Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Regional
Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi 'Pilot Project' se-Jabar

Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi "Pilot Project" se-Jabar

Regional
Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Regional
4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

4 Pasien Baru Positif Corona di Grobogan, 2 di Antaranya Lansia

Regional
Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Alasan Bersujud dan Menangis, Risma: Saya Enggak Terima Staf Saya Disalahkan

Regional
Warga Korban Covid-19 Gugat Wali Kota Pematangsiantar

Warga Korban Covid-19 Gugat Wali Kota Pematangsiantar

Regional
2 Pasien Covid-19 di Palu Kabur dari Tempat Isolasi

2 Pasien Covid-19 di Palu Kabur dari Tempat Isolasi

Regional
2 Kepala Dinas di Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Jalani Tes Swab

2 Kepala Dinas di Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Mantan Pjs Wali Kota Bandung Muhamad Solihin Meninggal Akibat Corona, 2 Keluarganya Positif

Mantan Pjs Wali Kota Bandung Muhamad Solihin Meninggal Akibat Corona, 2 Keluarganya Positif

Regional
Mempelai Pria Jadi Tersangka Kasus Pernikahan Sejenis di Soppeng

Mempelai Pria Jadi Tersangka Kasus Pernikahan Sejenis di Soppeng

Regional
Tangis dan Sujud Risma di Balai Kota Surabaya Jadi Sorotan, Ini Pengakuannya

Tangis dan Sujud Risma di Balai Kota Surabaya Jadi Sorotan, Ini Pengakuannya

Regional
Terlihat Kurus, Risma: Ngurus Pasien Capek, Saya dan Staf Semua Turun Berat Badannya...

Terlihat Kurus, Risma: Ngurus Pasien Capek, Saya dan Staf Semua Turun Berat Badannya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X