Aniaya 2 Remaja yang Mengaku Dirinya, Mengantarkan Bahar bin Smith ke Penjara...

Kompas.com - 10/07/2019, 07:05 WIB
Habib Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar diperiksa sebagai saksi terlapor terkait video ceramahnya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama. ANTARA/Rivan Awal LinggaHabib Bahar bin Smith (tengah) memasuki gedung saat akan menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar diperiksa sebagai saksi terlapor terkait video ceramahnya yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pada Desember 2018, Bahar bin Smith dilaporkan ke Polres Bogor atas dugaan secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan dan/atau melakukan kekerasan terhadap anak, dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bgr tertanggal 5 Desember 2018.

Dalam laporan termuat, penganiayaan diduga dilakukan terhadap korban berinisial MHU (17) dan CAJ (18) di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor, pada Sabtu 1 Desember 2018 pukul 11.00 WIB bersama dua orang lainnya.

 

Berawal dari Bali

Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (18/12/2018).Tribun Jabar/Gani Kurniawan Habib Bahar bin Smith menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat Selasa (18/12/2018).
Senin 26 November 2018, CAJ (18) mengajak (MKU) untuk mengisi acara di Seminyak Bali.

Namun sesampainya di Bali, panitia penyelenggara sulit dihubungi. Mereka lalu menginap di hotel selama 3 hari.

Saat di Bali, mereka bertemu dengan Hamid tepatnya di trotoar Jalan Poppies II Kuta Bali.

Saat itu Hamid melihat wajah dan penampilan rambut panjang pirang CAJ yang cukup mirip dengan Bahar Bin Smith yang biasa dilihatnya di media sosial.

Kepada Hamid, MKU pun mengaku sebagai keturunan Nabi bernama Alatas.

"Saat bertemu, saya bilang Habib Bahar ya? Terus yang satunya lagi bilang kok tahu? Saya bilang ke mereka kalau saya tahu dari sosmed. Terus yang mirip Habib Bahar mengiyakan," tutur Hamid dalam kesaksiannya di persidangan, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Ini Alasan Bahar bin Smith Aniaya 2 Remaja

Dalam kesaksiannya, Hamid mengaku belum pernah bertemu Bahar bin Smith. Ia hanya melihat Bahar melalui Youtube.

Hamid yang sudah 19 tahun berada di Bali ini kemudian mengajak kedua pemuda itu ke tokonya yang berada di Kuta, Bali.

Di toko Hamid mereka berbincang dan dua pemuda ini mengaku kehilangan uang sebesar Rp 6 juta.

Kepada Hamid, mereka mengaku diundang untuk pengajian namun gagal karena saat tiba di Bali panitia penyelenggaranya kabur.

Hamid kemudian mengantarkan kedua pemuda itu ke hotel, bahkan memberikan uang Rp 220.000 untuk biaya penginapan mereka.

Sebelum pulang Hamid kemudian meminta nomor kontak pemuda tersebut.

"Habis itu saya antar ke hotelnya. Saya kasih uang hotel Rp 220.000. Saya sempat minta nomor kontaknya lalu pulang," katanya.

Baca juga: Saksi di Sidang Bahar bin Smith Mengaku Urunan Rp 4 Juta untuk Tiket Pulang Bahar Palsu

Ketika menonton televisi, Hamid melihat ada acara di Monas, Jakarta. Ia pun lantas mengirim pesan kepada MKU menyakan soal acara yang ditonton tersebut.

Namun MKU menjawab bahwa mereka tak mengikuti acara tersebut dengan alasan tak sempat pulang ke Jakarta.

Keesokan harinya, Hamid menjemput keduanya di hotel untuk salat Jumat. Usai salat Jumat keduanya dipertemukan dengan rekan- rekan Hamid.

"Kepada teman-teman saya dia mengaku Habib Bahar," katanya.

Hamid mengaku sempat menaruh curiga dengan fisik CAJ yang tak setinggi Bahar yang dia lihat di media sosial. Ia pun lantas bertanya soal fisiknya yang kecil itu.

"Ngobrol biasa. Ketika ditanya kok Baharnya kecil? Yang satunya jawab kalau Habib Bahar berubah-ubah kadang kecil kadang besar," tutur Hamid.

Baca juga: Ini Alasan Saksi Curiga Saat Bertemu Bahar bin Smith Palsu di Bali

Namun lagi-lagi Hamid masih berprasangka baik.

Dia kemudian berbicara dengan rekannya Nurcholis soal pengakuan MKU dan CAJ yang kehilangan uang Rp 6 juta.

Nurcholis, salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang, dan rekan-rekannya Jamaah Majelis Ta'lim Ratibul Hadat kemudian berinisiatif mengumpulkan uang hingga Rp 4 juta untuk diberikan kepada dua pemuda yang mengaku habib tersebut.

"Saya bersama teman urunan. Terkumpul Rp 4 juta buat buat beli tiket pesawat. Setelah itu saya antar ke bandara," katanya.

Kecurigaan Hamid pun terjawab, ketika ramai di media sosial soal adanya Habib Bahar palsu.

"Tahu pas ada penangkapan di somed ada habib bahar palsu. Saya huhungi Pak Nurcholis. Saya tertipu di situ. Tapi tidak lapor ke polisi," katanya.

Baca juga: Cerita Saksi soal Pemuda yang Mengaku sebagai Bahar Bin Smith di Bali

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X