Pelaku Perusakan Gereja Katolik di Denpasar Sering Datang untuk Berdoa

Kompas.com - 09/07/2019, 13:33 WIB
Umat membersihkan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, Denpasar membersihkan Gereja usai dirusak seorang pria berinisial  A pada Selasa (9/7/2019) pagiKOMPAS.com/ ROBINSON GAMAR Umat membersihkan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, Denpasar membersihkan Gereja usai dirusak seorang pria berinisial A pada Selasa (9/7/2019) pagi

DENPASAR, KOMPAS.com — Pelaku perusakan Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, Kepundung, Denpasar, diketahui sebagai pemeluk Katolik. Pria berinisial A ini diketahui sering datang ke gereja tersebut untuk berdoa.

Hal itu disampaikan Kapolsek Denpasar Timur Kompol Nyoman Karang Adiputra, Selasa (9/7/2019). 

"(Pelaku) Umat di sini, sering datang berdoa ke sini," kata Kapolsek. Bahkan, pria tersebut sering datang bersama keluarga.

Dalam kronologi yang disusun polisi, pada Selasa pagi A kembali datang ke Gereja Santo Yoseph bersama keluarga untuk berdoa bersama umat lain.


Namun, di saat umat sedang khusyuk berdoa, A tiba-tiba menangis dan mengamuk.

Baca juga: Seorang Pria Melakukan Perusakan di Gereja Katolik St Yoseph, Denpasar

Dia mengambil tongkat penyangga salib lalu mengamuk. Tindakannya menyebabkan kerusakan sejumlah barang kudus.

"Melihat kejadian itu, sang istri coba menenangkan, tapi malah dibanting oleh A," ucap Kapolsek Adiputra.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial A merusak Gereja Katolik Santo Yosep di Jalan Kepundung, Denpasar, pada Selasa (9/7/2019).

Peristiwa perusakan terjadi pada pukul 09.30 Wita.

Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik perusakan tersebut. 

Baca juga: Perusakan Kantor Polsek Tambelangan Sampang, 6 Pelaku Masih Diburu

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Regional
Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X