Kronologi Pembubaran Paksa Konser Base Jam di Aceh

Kompas.com - 09/07/2019, 13:04 WIB
Base Jam Reunion saat tampil di acara The 90s Festival, Gambir Expo, Jakarta Utara, Sabtu (25/11/2017). Festival ini menghadirkan sejumlah musisi yang hits di era 90-an diantaranya adalah Sixpence None The Richer, Dewa 19 feat Ari Lasso, KLa Project, The Groove, Bragi, P-Project, Potret, Neo dan lain-lain. KOMPAS.com/Andreas Lukas AltobeliBase Jam Reunion saat tampil di acara The 90s Festival, Gambir Expo, Jakarta Utara, Sabtu (25/11/2017). Festival ini menghadirkan sejumlah musisi yang hits di era 90-an diantaranya adalah Sixpence None The Richer, Dewa 19 feat Ari Lasso, KLa Project, The Groove, Bragi, P-Project, Potret, Neo dan lain-lain.

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Kapolresta Banda Aceh, Kombes Polisi Trisno Riyanto mengatakan, pembubaran konser grup musik Base Jam berawal saat band tersebut tampil dalam acara penutupan Aceh Culinary Festival, Minggu (7//7/2019).

Kegiatan awalnya berlangsung aman dan lancar. Namun, di akhir acara saat Base Jam tampil, tiba-tiba sekelompok warga datang dan membuat keributan.

“Namun, di akhir acara ada sekelompok masyarakat membuat keributan di lokasi. Kemudian dihalau oleh anggota. Demi ketertiban, aksi kelompok Base Jam kemudian di-stop saja,” ujar Trisno, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Konser Band Base Jam Dibubarkan Paksa di Aceh

Setelah itu, para personel Base Jam langsung turun dari panggung, menuju mobil, dan meninggalkan Taman Ratu Safiatuddin, tempat berlangsungnya acara.

Sekitar 30 menit kemudian, kelompok warga yang menuntut pembubaran juga meninggalkan lokasi.

Sementara aktivitas pengunjung di arena festival kuliner berlangsung normal kembali.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin, selaku paniti pelaksana yang turut hadir pada malam itu, enggan berkomentar banyak,

Jamaluddin menyebut sudah menginstruksikan untuk menutup acara tersebut lebih cepat.

Diberitakan sebelumnya, konser grup musik Base Jam dibubarkan paksa oleh sekelompok orang saat mengisi acara malam penutupan Aceh Culinary Festival 2019 di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (7/7/2019).

Baca juga: Ini Alasan Pelegalan Poligami Masuk Qanun Hukum Keluarga

Ketua Pengajian Zikir Tasawuf Tauhid dan Fiqih (Tassafi) Banda Aceh, Tgk Umar Rafsanjani mengatakan, pembubaran itu dilakukan karena pihak panitia tak mengikuti kesepakatan. 

Salah satunya, Base Jam diizinkan tampil hanya untuk menyanyikan lagu-lagu religi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X