Ombudsman Minta Pendaftaran PPDB di Padang Kembali Dibuka

Kompas.com - 09/07/2019, 12:11 WIB
Ilustrasi Ombudsman Yoga Hastyadi WidiartantoIlustrasi Ombudsman

PADANG, KOMPAS.com - Ombudsman perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau Dinas Pendidikan Kota Padang untuk menggelar kembali pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) SMP Kota Padang untuk mengisi bangku yang masih banyak kosong.

"Kita imbau supaya Disdik Padang membuka kembali pendaftaran PPDB untuk mengisi bangku kosong di SMP di Padang," ujar Plt Kepala Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi yang dihubungi Kompas.com, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Ini Alasan Banyak Bangku Kosong di SMP Padang

Adel mengatakan, berdasarkan laporan 32 orangtua ke Ombudsman, ditemukan masih banyak bangku kosong hampir di semua SMP di Kota Padang.

Sementara Dinas Pendidikan Padang, saat ini masih mendata jumlah bangku kosong yang ada di SMP di Kota Padang.

"Masih banyak bangku kosong. Malahan berdasarkan laporan ada yang sampai 15 bangku di satu sekolah," kata Adel.

Baca juga: Bangku Kosong Masih Banyak, 32 Orangtua Laporkan PPDB SMP Kota Padang ke Ombudsman

Ombudsman mengakui banyaknya bangku kosong di sekolah dikarenakan ada peserta yang lulus tidak mendaftar ulang.

Sementara cadangan atau pendaftaran baru tidak dibuka. 

Adel berharap Dinas Pendidikan Kota Padang segera membuka pendaftaran baru agar ada transparansi.

"Kalau dibiarkan ini sangat tidak bagus. Apalagi kalau diisi secara diam-diam, ini jelas sangat tidak benar. Makanya supaya lebih transparan dibuka lagi pendaftaran baru," tegas Adel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Regional
Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Regional
Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Regional
Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X