Mengandung B3, 8 Kontainer "Waste Paper" dari Australia Ditahan

Kompas.com - 09/07/2019, 11:23 WIB
Petugas Kantor Bea Cukai Tanjung Perak melakukan pemeriksaan fisik delapan kontainer importasi waste paper dari Australia yang terkontaminasi limbah B3 di Pelabuhan Peti Kemas, Surabaya, Selasa (9/7/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANPetugas Kantor Bea Cukai Tanjung Perak melakukan pemeriksaan fisik delapan kontainer importasi waste paper dari Australia yang terkontaminasi limbah B3 di Pelabuhan Peti Kemas, Surabaya, Selasa (9/7/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kantor Bea Cukai Tanjung Perak menindak barang impor berupa sampah kertas atau waste paper berjumlah delapan kontainer berisi 282 bundel seberat 210 ton yang diimpor PT MDI dari Australia.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Basuki Suryanto mengatakan, importasi barang berbahaya dan beracun serta dapat mencemari lingkungan itu dimuat di Pelabuhan Brisbane oleh Shipper Oceanic Multitrading yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada 12 Juni 2019.

"PT MDI telah mengajukan pemberhentian impor barang (PIB) ke Bea Cukai pada 17 Juni 2019, dilengkapi izin dari Kementerian Perdagangan berupa surat persetujuan impor dan laporan surveyor," kata Basuki di kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Hasil Lab, 38 dari 65 Kontainer Bermuatan Limbah Plastik Mengandung B3

Bagi Bea Cukai Tanjung Perak, upaya penindakan importasi kertas bekas yang terkontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ini adalah upaya penindakan kedua.

Sebelumnya, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak juga telah mereekspor impor waste paper asal Amerika pada Juni 2019.

"Ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan Indonesia, khususnya kawasan Jawa Timur, dari sampah-sampah B3 eks impor," ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Inovasi Mahasiswa Undip, Ubah Limbah Jelantah Jadi Krayon Warna

Basuki menyampaikan, penindakan terhadap adanya importasi waste paper itu berkat adanya fungsi pengawasan melalui nota hasil intelijen (NHI) dari Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I.

Atas NHI tersebut, lanjut dia, Bea Cukai Tanjung Perak bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan fisik delapan kontainer yang terkontaminasi berbagai macam sampah rumah tangga.

Di antaranya kaleng bekas, popok bayi bekas, kemasan oli bekas, sampah elektronik, botol plastik, dan alas kaki bekas.

"Hasil pemeriksaan, barang impor itu terkontaminasi sampah spesifik atau limbah B3 dan sampah rumah tangga. KLHK merekomendasikan barang impor itu untuk dilakukan reekspor," kata dia.

Ia menambahkan, barang impor waste paper itu akan segera dilakukan reekspor ke negara asal setelah administrasi pengajuan dari PT MDI diproses.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X