Macan Kumbang Slamet, Takut Saat Lihat Manusia hingga Dipasangi GPS

Kompas.com - 09/07/2019, 11:11 WIB
Macan tutul/kumbang (Panthera pardus melas) dalam kandang angkut siap dievakuasi ke TNGC di PPSC Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (8/7/2019) BUDIYANTOMacan tutul/kumbang (Panthera pardus melas) dalam kandang angkut siap dievakuasi ke TNGC di PPSC Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (8/7/2019)

Baca juga: Dirawat 27 Hari, Macan Kumbang yang Masuk Rumah Warga Akan Dilepaskan

Dipasangi GPS collar

Rudiar Anisa, dokter hewan dari Copenhagen Zoo - Baluran Program mengatakan, macan tutul yang akan dilepasliarkan di kawasan Gunung Ciremai tersebut sudah dipasangi Global Positioning System (GPS) Collar.

Alat GPS Collar ini telah dipasang di bagian leher, pada bagian lingkaran terkecil macan tutul. Alat tersebut akan mengirimkan titik koordinat dan dapat langsung dipantau di atas peta digital.

Tujuan pemasangannya, menurut Rudiar, untuk mendapatkan data pergerakan dan mengetahui posisi macan tutul. Alat tersebut sudah di atur untuk melaporkan setiap 30 menit sekali.

"Sehingga, nantinya setelah sekian lama akan mengetahui dan bisa dipetakan pergerakannya," ujar Rudiar.

Pantauan Kompas.com, macan tutul yang akan dilepasliarkan di TNGC ini dimasukan ke dalam kandang angkut dengan mobil khusus Wildlife Rescue Unit Ditjen KSDAE. Kandang angkutnya terbuat besi dengan ukuran panjang 190 sentimeter, lebar 82 sentimeter dan tinggi 150 sentimeter.

Baca juga: Macan Kumbang dan Tutul Tertangkap Kamera Trap di Hutan TNBTS

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Regional
Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Regional
Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X