Pemkab Garut Siapkan Pemekaran Garut Selatan Mulai 2020

Kompas.com - 09/07/2019, 09:30 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan usai mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu (20/5/2019). KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANGBupati Garut Rudy Gunawan usai mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional, Sabtu (20/5/2019).

GARUT, KOMPASs.com – Pemerintah Kabupaten Garut akan mempersiapkan kawasan Garut Selatan untuk menjadi kabupaten baru. Persiapan ini, akan dilaksanakan mulai tahun 2020 dengan menyediakan anggaran kajian dan pembangunan Pendopo.

Hal ini disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan saat ditemui di Pendopo Garut, Senin (8/7/2019). 

Ia mengungkapkan, pihaknya mendapat surat dari Provinsi Jawa Barat untuk melakukan persiapan pembentukan Garut Selatan menjadi kabupaten baru.

Persiapan ini, dilakukan untuk menyesuaikan dengan persyaratan pemekaran daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda).

“Kajian yang lama tidak mengacu UU Nomor 23 tahun 2014, jadi harus disesuaikan, walau sebenarnya sudah ada Ampres (Amanat Presiden) untuk pemekaran tiga daerah di Jawa Barat,” kata Rudy.

Baca juga: Wagub Jabar Dukung Pemekaran Garut Selatan, Sukabumi Selatan, dan Bogor Barat

Untuk pemekaran Garut Selatan, Pemkab Garut akan menyiapkan anggaran untuk melakukan kajian pemekaran, termasuk membangunan Pendopo serta infrastruktur lainnya mulai tahun 2020.

Menurut Rudy, sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014, tidak ada lagi Daerah Otonomi Baru (DOB) seperti halnya Pangandaran.

Namun yang ada adalah daerah persiapan, yakni setelah daerah yang akan dimekarkan itu ditetapkan jadi daerah persiapan, ada waktu hingga tiga tahun untuk menjadi kabupaten baru.

“Dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), kita juga ingin ada pemekaran, Amanat Presiden (Ampres) ada tiga kabupaten di Jawa Barat, hanya Peraturan Pemerintah (PP)-nya belum ada, Pemprov Jabar, mempersiapkan agar memenuhi persyaratan,” katanya.

Baca juga: Jusuf Kalla Titip Pesan ke Jokowi agar Tak Lakukan Pemekaran Daerah

Bukan kajian ulang

Ditemui terpisah, anggota Presidium Masyarakat Garut Selatan, Dedi Kurniawan mengakui, upaya-upaya untuk menjadikan Garut Selatan sebagai daerah pemekaran memang saat ini tengah kembali ditempuh.

Pemprov Jabar pun, telah meminta pihaknya untuk mempersiapkan diri.

“Jadi bukan kajian ulang layak tidaknya dimekarkan, tapi lebih pada update data, karena kajian pemekaran yang dulu dibuat tahun 2007,” katanya.

Melihat kondisi saat ini, menurut Dedi tentunya sudah banyak perubahan menyangkut berbagai hal di kawasan Garut Selatan yang mencakup 16 kecamatan. 

Baca juga: Selama Pemekaran Daerah Dimoratorium, Ridwan Kamil Sebaiknya Mekarkan Desa

Misal, mulai dari jumlah penduduk, fasilitas pemerintahan hingga infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya.

“Jumlah desa ada pemekaran, penduduk ada penambahan, fasilitas pemerintahan juga banyak yang telah dibangun, infrastruktur jalan juga, jadi nantinya di update datanya,” katanya.

Dedi sendiri berharap, pemekaran Garut Selatan bisa membawa kebaikan bagi Kabupaten Garut sebagai kabupaten induk dan masyarakat Garut Selatan.

Karena, pada prinsipnya pemekaran adalah upaya mendekatkan dan meningkatkan kualitas layanan pemerintah pada masyarakat.

Baca juga: Gubernur Kalbar Terpilih Prioritaskan Pemekaran Provinsi Kapuas Raya

Penantian panjang Garut Selatan

Dedi menyampaikan, upaya pemekaran Garut Selatan sendiri, dilakukan telah cukup lama.

Terakhir, Garut Selatan menjadi salahsatu dari tiga calon daerah pemekaran baru yang disetujui oleh DPR-RI dan tinggal menunggu pengesahan dari presiden.

“Persetujuan dari mulai desa, bupati, DPRD Garut, gubernur, DPRD Provinsi dan DPR-RI sudah selesai semua, tinggal persetujuan presiden,” katanya.

Dedi sendiri optimistis, kali ini Presiden akan menyetujui pemekaran Garut Selatan, mengingat sesuai dengan rencana strategis pengembangan daerah di tingkat nasional, akan banyak daerah baru yang dikembangkan pemerintah pusat sebagai daerah persiapan. 

Baca juga: Ridwan Kamil Dukung Pemekaran Bandung Timur



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Regional
Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Regional
Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Densus 88 Geledah Rumah Mewah dan Kontrakan di Bandung

Regional
Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X