Lapas di Jabar Kelebihan Kapasitas, Berdampak Penyimpangan Seks Napi

Kompas.com - 09/07/2019, 05:30 WIB
Ilustrasi sel tahanan. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sel tahanan.

BANDUNG, KOMPAS.com - Lembaga Pemasyarakatan ( lapas) atau Rumah Tahanan (rutan) di Jawa Barat mengalami kelebihan kapasitas.

Hal tersebut berdampak pada persoalan baru, tidak hanya dilihat dari sudut keamanan dan ketertiban saja tapi juga kesehatan yang berkaitan pada penyimpangan seks narapidana.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham) Jabar Abdul Aris di Sarana Olahraga (SOR) Arcamanik Kota Bandung, Senin (8/7/2019) menjelaskan, kelebihan kapasitas lapas dan rutan di Jawa Barat mencapai 52 persen.

Baca juga: Polri Ungkap Sindikat Penipuan Online yang Dikendalikan dari Lapas

Aris merinci, kapasitas hunian seluruh lapas atau rutan se-Jawa Barat sebanyak 15.658 orang sedangkan jumlah penghuni saat ini sebanyak 23.861 orang, yang terdiri dari tahanan 4.587 orang dan narapidana 19.274 orang.

Dari keseluruhan jumlah total penghuni lapas atau rutan se-Jabar ini, pidana umum ada sekitar kurang lebih 11.775 orang, sedang pidana khusus 12.086 orang.

Pidana khusus sendiri apabila dirinci, terdiri dari napi korupsi sebanyak 600 orang, napi bandar narkoba sebanyak 7.605 orang, napi  pengguna narkoba sebanyak 3.528 orang, napi teroris sebanyak  236 orang, illegal  logging sebanyak  17 orang, trafficking  73 orang, dan money laundry  27 orang.

Menurutnya, apabila ditinjau dari kondisi pengamanan, kondisi tersebut sangat rawan  mengingat saat ini jumlah petugas pemasyarakatan di Jawa Barat hanya 3.354 orang. 

"Kelebihan kapasitas hunian tersebut diduga menjadi penyebab timbulnya berbagai masalah di lapas, antara lain peredaran narkoba, hingga perkelahian antar napi menjadi salah satu faktor terjadinya gangguan kamtib," katanya.

Baca juga: Polri Pantau Aktivitas Mantan Napi Teroris yang Bebas Bersyarat dari Lapas Sukabumi

Kelebihan kapasitas lapas atau rutan di Jabar ini juga berdampak pada persoalan lainnya, seperti penyimpangan seks yang terjadi di antara para napi.

Kepala kantor Kemenkumham Wilayah Jabar, Liberti Sitinjak tidak memungkiri persoalan tersebut. Ia mengatakan, jika gejala penyimpangan seksual di lapas dan rutan itu ada, dan hal ini merupakan salah satu dampak lainnya dari kelebihan kapasitas lapas.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X