Tuntut Hak, Mantan Karyawan Tambak Ajak Anak Istri Menginap di DPRD

Kompas.com - 08/07/2019, 20:25 WIB
Ratusan eks karyawan PT. Wahana Lestari dan keluarganya memilih menginap di kantor DPRD Maluku, Senin (8/7/2019). Mereka mendatangi Kantor tersebut untuk menuntut keadilan atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak oleh pihak perusahan RAHMAT RAHMAN PATTYRatusan eks karyawan PT. Wahana Lestari dan keluarganya memilih menginap di kantor DPRD Maluku, Senin (8/7/2019). Mereka mendatangi Kantor tersebut untuk menuntut keadilan atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak oleh pihak perusahan

AMBON,KOMPAS.com-Ratusan mantan karyawan PT Wahana Lestari Investama (WLI) bersama keluarganya memilih menginap di kantor DPRD Maluku di kawasan Karang Panjang Ambon, Senin (8/7/2019).

Mereka datang ke kantor wakil rakyat tersebut sambil membawa anak dan istrinya untuk menuntut keadilan, setelah pihak perusahan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak kepada para karyawan setahun lalu.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, hingga malam ini ratusan mantan karyawan PT WLI bersama anak dan istrinya masih berada di ruang lobi kantor DPRD Maluku.

Mereka datang membawa tas berisi pakaian dan persediaan makanan untuk menginap di kantor tersebut.

“Kami akan menginap disini karena sudah diizinkan,” kata Abdul Gifari Sutrisno salah satu mantan karyawan PT WLI kepada Kompas.com, Senin petang.

Baca juga: Sempat Ditahan, 36 Mantan Karyawan Freeport Dibebaskan Polisi

Abdul Gifari mengaku, dia bersama puluhan rekannya di-PHK oleh perusahan tanpa alasan jelas pada Juni 2018 lalu.

Saat itu, kata dia, pihak perusahan beralasan jika kondisi perusahan yang mengalami pailit menjadi penyebab mereka dipecat.

“Kami yang di-PHK itu ada 90 orang, jadi waktu itu selama dua bulan kami dirumahkan dulu lalu pada bulan Juni pihak perusahaan meminta kami menandatangani surat pernyataan untuk menerima gaji dan THR tapi syaratnya kami harus di-PHK,”ungkapnya.

PT WLI, perusahan yang bergerak pada budi daya tambak udang ini beroperasi di Desa Arara, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah sejak tahun 2012 lalu. Banyak karyawan perusahan tersebut merupakan sejumlah warga desa di Kecamatan Seram Utara.

Muhamad Daud Nussy salah satu eks karyawan PT WLI lainnya mengatakan, kedatangan mereka ke kantor DPRD Maluku untuk menuntut hak-hak mereka yang belum diselesaikan oleh pihak perusahan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X