Terungkap, Alasan Gadis Ini Bantu Kekasihnya Kabur dari Rutan Palembang

Kompas.com - 08/07/2019, 17:16 WIB
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Sudirman D Hurry saat memberikan keterangan  terkait kaburnya 4 napi di Rutan Klas 1A Pakjo Palembang.
KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Sudirman D Hurry saat memberikan keterangan terkait kaburnya 4 napi di Rutan Klas 1A Pakjo Palembang.

PALEMBANG, KOMPAS.com- Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan menangkap seorang wanita bernama Caca yang diduga sebagai pelaku penyelundupan gergaji besi ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 A Palembang, yang menyebabkan empat orang napi melarikan diri.

Caca ditangkap petugas setelah sebelumnya mereka lebih dulu mengamankan dua napi yang kabur yakni David Haryono alias Ono dan Syarif Hidayat, pada Minggu (7/7/2019) kemarin.

Dari keterangan David diketahui jika mereka kabur setelah menjebol sel dengan menggunakan gergaji besi yang diselundupkan oleh Caca.


Baca juga: Sempat Kabur, Dua Napi Rutan Pakjo Palembang Kembali Ditangkap

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan Sudirman D Hurry mengatakan, Caca memasukkan gergaji ke dalam sel saat ia sedang membesuk David.

Caca pun diduga adalah kekasih David, dimana saat dilakukan penangkapan wanita itu berada di dalam rumah tempat persembuyian napi yang divonis 20 tahun penjara tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan, David ternyata ada di rumah persembunyianya di Kertapati Palembang. Di sana juga ada Caca, setelah diinterogasi, ternyata Caca adalah yang memasukkan gergaji di dalam rutan,"kata Sudirman, Senin (8/7/2019).

Sudirman melanjutkan, setelah mendapatkan gergaji besi tersebut, David bersama empat rekannya yang lain langsung merusak sel. Tepat pada Jumat (5/7/2019), para petugas jaga baru mengetahui jika David Hariyono, Syarif Hidayat, Feri dan Subhan, sudah tidak ada lagi didalam sel mereka di blok 13.

"Setelah kabur,mereka ini berpencar ke tempat keluarganya masing-masing. Sekarang masih dikejar,"ujar Sudirman.

Baca juga: Buntut Rusuh Rutan Lhoksukon hingga 73 Napi Kabur, Kepala Rutan Diperiksa

Satu napi atas nama Subhan sempat datang ke rumah kerabatnya usai lari dari Rutan. Pihak keluarganya sempat bingung kepada Subhan yang telah keluar, padahal baru mendapatkan vonis 20 tahun penjara

"Subhan langsung diusir dari rumah. Lari ke mana, itu yang tidak diketahui keluarganya, sekarang tim masih mencari,"ucapnya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X