Viral Video Ratusan Ponsel Siswa di Jombang Dihancurkan, Ini Penjelasan Sekolah

Kompas.com - 08/07/2019, 15:37 WIB
Syifak Malik (kiri), wakil Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang, Jawa Timur. Madrasah ini, sebelumnya dikenal dengan nama MAN Tambakberas yang berada di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. MOH. SYAFIÍ/HANDOUTSyifak Malik (kiri), wakil Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang, Jawa Timur. Madrasah ini, sebelumnya dikenal dengan nama MAN Tambakberas yang berada di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

JOMBANG, KOMPAS.com - Sebuah video berisi tayangan proses penghancuran ratusan ponsel milik siswa sekolah viral di media sosial Facebook dan aplikasi Whatsapp. Pemusnahan ponsel dengan cara dipukul menggunakan palu tersebut berlangsung di halaman sebuah lembaga pendidikan.

Dari hasil penelusuran, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang, Jawa Timur. Sebelumnya, sekolah ini dikenal dengan nama MAN Tambakberas yang berada di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Wakil Kepala MAN 3 Jombang Syifak Malik mengakui jika tayangan dalam video tersebut merupakan peristiwa penghancuran ponsel di lingkungan MAN 3 Jombang. Ada sekitar 200 ponsel yang dimusnahkan.

"Ketika MOS (Masa Orientasi Siswa) kemarin, dihadapan siswa baru kami memang mengadakan pemusnahan," kata Syifak saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/7/2019).


Baca juga: Viral Pemotor Kenakan Sarung dan Peci Masuk Tol Waru, Ini Kata Polisi

Menurut Syifak, ratusan ponsel tersebut merupakan ponsel yang disita dari para siswa. Penyitaan merujuk pada kebijakan pelarangan membawa ponsel bagi santri yang dikeluarkan Majelis Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Kebijakan tersebut, menurut Syifak Malik, disepakati oleh pengurus yayasan Pesantren, para pengelola Madrasah di lingkungan Pesantren Tambakberas, serta para wali murid dan wali santri.

Larangan membawa ponsel sudah diterapkan sejak 15 tahun lalu. Larangan kepada santri dan siswa untuk membawa ponsel berlaku untuk seluruh lembaga pendidikan dan asrama di lingkungan Pesantren Tambakberas.

"Karena, pasti terganggu. Atas dasar itu, maka mutlak bagi santri Pesantren Bahrul Ulum itu haram (membawa ponsel). Kecuali kalau di rumah, monggo, silakan. Tapi waktu di Asrama atau di Pondok, dilarang membawa ponsel," kata Syifak Malik.

Baca juga: Viral, Inovasi Pengemudi Ojek Online Pasang Alat Percakapan di Helm

Pria yang akrab disapa Gus Syifak ini mengatakan, larangan itu sudah diketahui wali santri maupun wali murid sejak saat mendaftar. Sesuai kesepakatan, jika ada santri dan siswa yang kedapatan membawa, ponsel tersebut akan disita dan selanjutnya dimusnahkan.

Larangan itu bertujuan untuk mengurangi gangguan konsentrasi peserta didik.

"Dalam pembelajaran di Pesantren, ada kaidah yang kami jadikan pedoman, yakni 'dar'ul mafaasid muqoddamun alaa jalbil mashoolih'. Artinya, menghindari risiko lebih diutamakan daripada mengambil manfaat," ujar Gus Syifak.

Menurut Syifak, pemusnahan dilakukan rutin setiap 3 tahun sekali.

Pemusnahan sengaja dilakukan di depan para siswa sebagai bentuk transparansi. Pemusnahan diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi siswa baru, serta tidak adanya kecurigaan terkait nasib ponsel yang disita dari siswa.

Baca juga: Video Nenek Diikat karena Mencuri Beras Viral, Ini Kejadian Sebenarnya



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X