Djarot: Jokowi Akan Pilih Figur yang Kerja Cepat dan Berintegritas

Kompas.com - 06/07/2019, 21:23 WIB
Politisi PDI-P, Djarot Saiful Hidayat di sela Munas ke-IX Ikatan Alumni Universitas Brawijaya di Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Sabtu (6/7/2019). ANDI HARTIKPolitisi PDI-P, Djarot Saiful Hidayat di sela Munas ke-IX Ikatan Alumni Universitas Brawijaya di Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Sabtu (6/7/2019).

MALANG, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) Djarot Saiful Hidayat menyerahkan sepenuhnya penyusunan kabinet kepada Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, Jokowi akan memilih menteri yang sesuai dengan bidangnya untuk memaksimalkan programnya di periode kedua. Sehingga Jokowi bisa meninggalkan warisan yang baik sebagai Presiden Indonesia selama dua periode.

"Karena 5 tahun ke depan Pak Jokowi pasti tidak akan maju lagi kan. Artinya dia akan meninggalkan legacy, warisan yang baik," katanya saat ditemui di sela Munas ke-IX Ikatan Alumni Universitas Brawijaya di Kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Sabtu (6/7/2019).

Baca juga: Politisi PKB Berandai-andai Dapat Jatah Menteri Kabinet Kerja Jilid II

"Makanya beliau pasti akan memilih figur-figur kerja cepat, punya kemampuan manajerial yang baik, berintegritas, termasuk bersih. Termasuk juga jiwanya betul-betul Pancasila sejati," imbuhnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menilai, Jokowi akan lebih berani untuk menyeleksi calon menterinya. Sebab, Jokowi dianggap tidak lagi memiliki beban karena sudah memasuki periode kedua.

"Saya pikir Pak Jokowi semakin berani. Karena bebannya sudah tidak ada lima tahun kedepan," jelasnya.

Baca juga: Politisi PDI-P Klaim Partainya Punya Banyak Kader Muda yang Cocok Jadi Menteri

Sementara itu, hingga saat ini PDI-P belum membicarakan jatah menteri. Meskipun, partai pendukung yang lain sudah mulai menyodorkan sejumlah nama.

"Biarkan saja partai lain," katanya.

Djarot tidak sepenuhnya setuju dengan wacana menteri muda. Menurutnya, pemilihan menteri tidak harus didasarkan pada usia. Melaikan, berdasarkan profesionalitas, kompetensi dan integritas.

Baca juga: Hanura Siapkan 50 Nama untuk Usulan Calon Menteri

Sebab menurutnya, banyak figur muda yang pada akhirnya juga terjerumus dalam kasus korupsi.

"Itu kan pasti secara proporsinal. Tapi bukan kemudaannya itu yang penting. Yang penting itu profesional nggak, kompeten, punya integritas," jelasnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X