Penyandang Disabilitas Solo Diajari APBD, Apa Manfaatnya?

Kompas.com - 06/07/2019, 21:11 WIB
Penyandang disabilitas mengikuti pelatihan analisa dan advokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPenyandang disabilitas mengikuti pelatihan analisa dan advokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/7/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Para penyandang disabilitas di Solo, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan analisa dan advokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Rahabilitasi Berbasis Masyarakat (PPRBM) bekerja sama Indonesia Corruption Watch (ICW) di Hotel Haris Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/7/2019).

Koordinator PPRBM Solo Christian Pramudya mengatakan, tujuan diadakannya pelatihan dan advokasi APBD ini agar warga disabilitas dapat memahami mekanisme perencanaan pembangunan yang disediakan pemerintah.

"Kami mendorong untuk meningkatkan kapasitas teman-teman, ketika berpartisipasi dalam perencanaan anggaran bisa ikut menyuarakan kebutuhannya," kata Christian.

Penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan merupakan perwakilan dari Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI), Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gergatin), Pengurus Harian Tim Advokasi Difabel, Self Help Group (SHG) Juara dan Deaf Volunteer Organisastion (DVO).

Baca juga: ASN Dinsos Jabar Cabuli Remaja Penyandang Disabilitas karena Rasa Suka

Chris mengatakan, banyak peluang program-program pemerintah yang dapat dimanfaatkan para penyandang disabilitas. Namun, kebanyakan APBD selama ini tidak mencerminkan isu-isu kesetaraan bagi warga disabilitas.

Dalam pelatihan ini, para penyandang disabilitas dijelaskan tentang komponen APBD seperti belanja barang dan jasa, pembiayaan, pendapatan dan lainnya. Dengan begitu, warga disabilitas betul-betul bisa menyuarakan aspirasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Baca juga: Cerita Penyandang Disabilitas Bisa Kerja di Kemenhub

Wakil Ketua Tim Advokasi Difabel Solo Yulianto menyambut baik pelatihan analisa dan advokasi APBD terhadap penyandang disabilitas.

Selama ini, menurut Yulianto, keterlibatan penyandang disabilitas dalam pengelolaan anggaran belum maksimal. Sebab, mereka belum sepenuhnya mengerti dan memahami terhadap pengelolaan anggaran.

"Kalau hanya mengikuti Musrenbang itu sudah. Kalau menjadi pendorong dalam perubahan APBD, saat ini belum bisa dikatakan maksimal, karena kita belum tahu jalurnya. Sehingga setelah pelatihan ini teman-teman difabel bisa memahami pengelolaan dalam perencanaan anggaran," kata Yulianto.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan 'Contact Tracing'

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan "Contact Tracing"

Regional
Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Regional
Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X