Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 1.068 orang, Tak Ada Kasus Baru

Kompas.com - 06/07/2019, 19:28 WIB
Kepala dinas kesehatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur, memberi presentasi terkait data penderita Hepatitis-A yang mewabah di Pacitan, kepada tim surveilans beberapa waktu lalu (06/07/2019) SLAMET WIDODOKepala dinas kesehatan Kabupaten Pacitan Jawa Timur, memberi presentasi terkait data penderita Hepatitis-A yang mewabah di Pacitan, kepada tim surveilans beberapa waktu lalu (06/07/2019)

PACITAN, KOMPAS.com - Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (6/7/2019), penderita hepatitis-A di wilayah tersebut mencapai 1.068 jiwa.

Namun, penambahan angka penderita tersebut bukan karena kasus penularan baru melainkan penderita lama yang baru ketahuan setelah didata langsung dari rumah ke rumah.

“Sebagian warga tidak tahu bahwa sakit yang dideritanya adalah hepatitis. Setelah tim melakukan pendataan baru diketahui hepatitis. Bahkan ada yang diketahui setelah periksa di Puskesmas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono, Sabtu.

Baca juga: Wabah Hepatitis A yang Serang 957 Warga Pacitan Diduga Bukan Hanya karena Air

Seiring terkendalinya penderita hepatitis-A di Pacitan ini, tidak ditemukan perluasan kasus ke kecamatan lain. Penderita hepatitis-A di Pacitan diketahui tersebar di tujuh kecamatan dan dirawat di 10 Puskesmas wilayah kabupaten.

Eko juga menyebutkan, kondisi 18 warga penderita hepatitis-A yang dirawat di Puskesmas Ngadirojo dilaporkan membaik. Sementara itu, tak ada lagi pasien rawat inap di Puskesmas lain di Pacitan.

“Artinya, pasien yang dirawat di Puskesmas sudah banyak berkurang, dan meski secara total angka bertambah, kasus baru pasien tertular sudah tidak ada,” terang Eko.

Baca juga: Bersifat Akut, Pasien Hepatitis A Memerlukan Penanganan Ini

Hingga Juni 2019, tercatat hepatitis-A di Puskesmas Sudimoro sebanyak 563 kasus, Puskesmas Sukorejo 115 kasus, Puskesmas Ngadirojo 187 kasus, Puskesmas Tulakan 75 kasus, dan Puskesmas Wonokarto 54 kasus.

Selanjutnya, Puskesmas Bubakan 36 kasus, Puskesmas Arjosari 34 kasus, Puskesmas Tegalombo 6 kasus, Puskesmas Kertowonojoyo 6 kasus dan Puskesmas Bandar 1 kasus.

Kasus hepatitis-A di kabupaten Pacitan ini bermula pada akhir bulan Mei 2019. Hingga tanggal 17 Juni 2019, jumlah penderita hepatitis-A terus mengalami peningkatan secara drastis.

Baca juga: Fakta Wabah Hepatitis A di Pacitan, 957 Warga Terjangkit hingga Khofifah Soroti Kualitas Air Bersih

Puncak tren kasus hepatitis-A tersebut terjadi pada tanggal 18 Juni hingga 19 Juni 2019. Kemudian kasus penularan hepatitis-A di Pacitan mulai mengalami penurunan pada tanggal 23 Juni hingga akhir bulan Juni.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warganya Banyak yang Bandel, Cianjur Sulit Tembus Zona Hijau Covid-19

Warganya Banyak yang Bandel, Cianjur Sulit Tembus Zona Hijau Covid-19

Regional
Bupati TTU Pecat 4 ASN karena Terlibat Kasus Amoral

Bupati TTU Pecat 4 ASN karena Terlibat Kasus Amoral

Regional
Harimau Kelaparan Berkeliaran di Desa di Jambi, BKSDA Minta Warga Waspada

Harimau Kelaparan Berkeliaran di Desa di Jambi, BKSDA Minta Warga Waspada

Regional
Wali Kota Semarang Izinkan Pertunjukan Musik Digelar, Khusus Indoor

Wali Kota Semarang Izinkan Pertunjukan Musik Digelar, Khusus Indoor

Regional
Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Ditemukan Nyaris Telanjang di Sumber Mata Air oleh Penjaga Parkir

Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Ditemukan Nyaris Telanjang di Sumber Mata Air oleh Penjaga Parkir

Regional
Kisah Seputar Pendaki Hilang Misterius di Gunung, Ditemukan Linglung hingga Tiba-tiba Loncat ke Semak

Kisah Seputar Pendaki Hilang Misterius di Gunung, Ditemukan Linglung hingga Tiba-tiba Loncat ke Semak

Regional
PKM Semarang Berlanjut Tanpa Batas Waktu

PKM Semarang Berlanjut Tanpa Batas Waktu

Regional
UTBK Unpad Jatinangor,  Peserta Tidak Di-Rapid Test, Hanya Disuruh Pakai Masker

UTBK Unpad Jatinangor, Peserta Tidak Di-Rapid Test, Hanya Disuruh Pakai Masker

Regional
Karyawan Toko Sepatu di Mal Pekanbaru Positif Corona,  Manajemen: Tertular dari Luar

Karyawan Toko Sepatu di Mal Pekanbaru Positif Corona, Manajemen: Tertular dari Luar

Regional
Warga Terdampak PSBB Ambon Diminta Lapor ke Lurah, Pemkot Jamin Bantuan Sosial

Warga Terdampak PSBB Ambon Diminta Lapor ke Lurah, Pemkot Jamin Bantuan Sosial

Regional
Mobil Dinas Wali Kota Semarang Kini Bisa Dipinjam Warga untuk Acara Pernikahan

Mobil Dinas Wali Kota Semarang Kini Bisa Dipinjam Warga untuk Acara Pernikahan

Regional
Nasib Sial Pria Berselingkuh, Cemburu Wanita Simpanan Punya Pria Lain, Malah Ditusuk

Nasib Sial Pria Berselingkuh, Cemburu Wanita Simpanan Punya Pria Lain, Malah Ditusuk

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Kabur ke Banjarmasin

Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Kabur ke Banjarmasin

Regional
Fakta Lengkap Pengemudi Ojol Ditendang hingga Terjungkal, Berawal Adu Klakson, Pelaku Terpengaruh Narkoba

Fakta Lengkap Pengemudi Ojol Ditendang hingga Terjungkal, Berawal Adu Klakson, Pelaku Terpengaruh Narkoba

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur | Mengenal Tradisi Pacaran Orang Rimba

[POPULER NUSANTARA] Pendaki Hilang Misterius di Gunung Guntur | Mengenal Tradisi Pacaran Orang Rimba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X