Kawasan Hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Riau Juga Ikut Terbakar

Kompas.com - 06/07/2019, 18:33 WIB
Kebakaran yang menghanguskan hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Riau, terpantau dari udara oleh Tim Satgas Karhutla Riau, Sabtu (6/7/2019). Dok. Satgas Karhutla Riau IDONKebakaran yang menghanguskan hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Riau, terpantau dari udara oleh Tim Satgas Karhutla Riau, Sabtu (6/7/2019). Dok. Satgas Karhutla Riau

 

PEKANBARU, KOMPAS.com - Selain kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga ikut melanda kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, di wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau.

Upaya pemadaman terus dilakukan Tim Satgas Karhutla Riau.

Terjadinya kebakaran di kawasan yang diakui Unesco sebagai paru-paru dunia ini dibenarkan oleh Wadansatgas Karhutla Riau, Edwar Sanger, dalam perbincangan dengan Kompas.com, Sabtu (6/7/2019).

Baca juga: 5 Fakta Karhutla di Riau, Nyaris Merembet ke Rumah Warga hingga Api Sempat Padam

"Di Giam Siak Kecil ada satu titik (api). Tapi sudah diupayakan pemadaman oleh tim sagtas, dan juga dibantu regu pemadam dari Perusahaan Sinarmas. Pokoknya seluruh unsur dikerahkan untuk memadamkan api," ungkap Edwar.

Dia belum bisa memastikan berapa luas hutan rawa gambut yang terbakar di Giam Siak Kecil ini.

"Kalau luasnya kami tidak tahu. Karena saat ini kita fokus untuk pemadaman dulu, agar Riau ini tidak dilanda kabut asap," kata Edwar.

Adanya kebakaran ini akan mengancam kelestarian hutan tersebut. Apalagi, di hutan ini juga kerap terjadi pembalakan liar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Seperti diketahui, Giam Siak Kecil di dalamnya terdapat habitat harimau sumatera, gajah sumatera, beruang madu, tapir, buaya muara dan lainnya. Sehingga, akibat kebakaran akan berdampak bagi habitat satwa dilindungi tersebut.

Baca juga: Cerita Saat Petugas Berjibaku di Tengah Kabut Asap Karhutla

Secara terpisah, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyebutkan, kebakaran terjadi bukan di kawasan hutan Cagar Bioafer Giam Siak Kecil.

"Yang terbakar di kawasan penyangga. Bukan hutan Giam Siak Kecil. Tapi memang berbatasan dengan kawasan konservasi," sebut Suharyono, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Dia mengatakan, kebakaran di kawasan Giam Siak Kecil terjadi Jumat (5/7/2019). Namun, api sudah dipadamkan.

Untuk memadamkan api, kata Suharyono, dilakukan oleh tim Manggala dan BBKSDA Riau.

"Luas lahan yang terbakar lebih kurang satu hektare. Kemarin, petugas kami melakukan pemadaman di sana bersama Manggala Agni," sebut Suharyono.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X