Setelah 6 Hari, Bocah 4 Tahun yang Terseret Arus Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Kejadian

Kompas.com - 06/07/2019, 16:24 WIB
Pencarian Al Fausi bocah berumur 4 tahun asal Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur,  akhirnya ditemukan oleh Tim Sar gabungan pada Sabtu (06/07/2019) setelah dilakukan pencarian selama 6 hari, lokasi penemuan berjarak 700 meter dari lokasi kejadian awal. MUH. AMRAN AMIR S. HUTPencarian Al Fausi bocah berumur 4 tahun asal Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, akhirnya ditemukan oleh Tim Sar gabungan pada Sabtu (06/07/2019) setelah dilakukan pencarian selama 6 hari, lokasi penemuan berjarak 700 meter dari lokasi kejadian awal.

LUWU TIMUR, KOMPAS.com — Upaya pencarian Al Fausi, bocah asal Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, akhirnya berhasil. Bocah berumur 4 tahun itu ditemukan oleh tim SAR gabungan setelah pencarian dilakukan selama 6 hari.

Komandan Pos Basarnas Wilayah Kendari di Luwu Timur Hasruddin Ere mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita, Sabtu ( 06/07/2019), dalam kondisi tengkurap mengapung di permukaan Sungai Balambano.

“Posisi korban dalam keadaan tengkurap dan masih utuh. Celana hitam dan baju merah masih melekat di tubuhnya saat ditemukan. Tim SAR mengangkat tubuh korban ke dalam perahu karet dan memasukkan jenazah tersebut kedalam kantong mayat,” kata Hasruddin, saat ditemui di lokasi, Sabtu.

Baca juga: Perahu Basarnas Sisir Sungai Brantas Cari Bocah yang Terseret Arus

Jenazah lalu di bawa ke posko pencarian lalu dibawa ke ambulans menuju rumah duka di Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda.

Menurut Hasruddin, korban ditemukan berjarak 700 meter dari posko induk pencarian atau lokasi awal kejadian dan tubuh korban masih utuh meski kulitnya sudah ada yang terkelupas.

“Mungkin itu akibat benturan saat terseret arus sungai, juga tidak ada ditemukan bekas gigitan binatang buas,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang anak bernama Alfausi yang baru berusia 4 tahun tenggelam di Sungai Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (1/7/2019).

Baca juga: Main Hujan-hujanan, Bocah 6 Tahun di Batam Tewas Terseret Arus

Bocah tersebut terpelesat di sungai ketika hendak mengambil sandal yang jatuh.

Camat Wasuponda Joni mengatakan, korban yang terseret arus Sungai Balambano adalah anak yatim dan dia mengikuti teman-temannya pergi memancing ikan di pinggir Sungai Balambano. Namun, saat terpeleset untuk mengambil sendalnya yang jatuh di air, korban malah terbawa arus.

“Aktivitas sehari-hari anak-anak di sini memancing di belakang rumah. Kebetulan si korban yang baru berusia 4 tahun ini mengikuti teman-temannya yang sudah berusia 15-an tahun untuk memancing. Saat sandalnya jatuh, dia hendak mengambil, tetapi jatuh dan terbawa arus,” kata Joni.

Baca juga: Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Batang Toru

Untuk menemukan korban, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian. Namun, menjelang petang, korban belum juga ditemukan.

Balambano merupakan sungai yang dalam dan di bagian hilir sungai dibendung oleh PT Vale menjadi salah satu unit pembangkit listrik perusahaan tersebut.

Kompas TV Keempat korban ditemukan berjarak 1 sampai 10 kilometer dari lokasi kejadian.

 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X