Hanura Siapkan 50 Nama untuk Usulan Calon Menteri

Kompas.com - 06/07/2019, 13:05 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) menyapa Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kanan) sebelum acara buka puasa bersama dengan pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/2019). Momen tersebut juga dimanfaatkan Presiden menyampaikan rencana pemerintah memindahkan Ibu Kota. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) menyapa Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kanan) sebelum acara buka puasa bersama dengan pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/2019). Momen tersebut juga dimanfaatkan Presiden menyampaikan rencana pemerintah memindahkan Ibu Kota.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura) Oesman Sapta Odang atau OSO mengatakan bahwa belum ada pembicaraan mengenai calon menteri pada Kabinet Kerja Jilid II dari Joko Widodo.

Namun, jika partai diminta mengusulkan nama, Hanura akan mengajukan 50 nama.

"Menteri itu hak preogratif presiden jadi tidak bisa berandai-andai. Tapi kalau Partai Hanura disuruh mengusulkan, kami ajukan 50 orang," kata OSO usai menghadiri halal bihalal Majelis Adat Budama Melayu (MABM) Kalbar, Sabtu (6/7/2019).

Baca juga: Lezatnya Makanan Manado, Ini Menu Favorit Jokowi...


Dia juga menuturkan, hingga saat ini belum mendapat tawaran menteri untuk masuk kabinet. OSO juga tak mau berandai-andai berapa jatah menteri dari partainya atau dari perwakilan putra daerah Kalimantan Barat untuk menjadi pembantu presiden hingga 5 tahun mendatang.

"Belum tahu (ada tidaknya tawaran menteri dari Kalimantan Barat)," ucapnya.

Galakkan persatuan

OSO menilai, halalbihalal yang digelar MABM Kalbar ini harus menjadi momentum seluruh masyarakat lintas etnis di Kalbar untuk bersatu pasca-pemilu.

"Acara ini bagus sekali, karena tidak ada lagi 01 dan 02, rakyat harus kembali bersatu. Kita bangun Kalbar ke depan," ucapnya.

Baca juga: Jokowi: Pilpres Sudah Selesai, Mari Kita Berangkulan Kembali...

Sementara itu, Ketua Umum MABM Kalbar Khairil Effendy mengatakan, pelaksanaan halal bihalal yang terlambat tidaklah berarti karena substansi halalbihalal yakni saling memaafkan.

"Substansi saling memaafkan menjadi sangat penting apalagi setelah pelaksanaan pemilihan umum yang menjadikan masyarakat terbelah," ucapnya.

Dia menuturkan, bangsa ini membuktikan dirinya mampu bertahan melewati seluruh tantangan. Masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang unik dan sangat sulit dipahami.

"Selama setahun ini MABM Kalbar selalu mencoba menjalin tali silaturahim dengan forum etnis lainnya," kata mantan Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak ini.

Dalam kesempatan itu, Khairil juga meminta kepada OSO untuk memperjuangkan putra daerah Kalbar menjadi menteri di jajaran kabinet Presiden Joko Widodo.



komentar di artikel lainnya
Close Ads X