Digugat Soal Kualitas Udara, Ini Jawaban Ridwan Kamil...

Kompas.com - 06/07/2019, 10:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mencoba motor listrik karya PT Arindo Pratama di Gedung Pakuan, Jalan Otista, beberapa waktu lalu. Dokumentasi Humas Pemprov Jabar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mencoba motor listrik karya PT Arindo Pratama di Gedung Pakuan, Jalan Otista, beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons gugatan Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta atas buruknya kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya.

Saat dikonfirmasi, Jumat (5/7/2019) sore, awalnya Ridwan mengaku belum bisa memberikan tanggapan lantaran baru mengetahui soal gugatan itu.

"Saya belum bisa komentar. Mungkin besok. Saya baru baca. Saya akan cek ke Dinas Lingkungan Hidup dan Biro Hukum. Biar komprehensif," kata dia di Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Pada Sabtu (6/7/2019) ini, Ridwan Kamil menyampaikan jawaban lewat akun instagram pribadinya @ridwankamil.


"Jawa Barat turut digugat atas kualitas udara di DKI Jakarta oleh sebuah koalisi warga Jakarta. Sesuatu yang akan dihadapi oleh Pemprov Jabar secara formal prosedural, walaupun rada 'Jaka Sembung'. Izinkan kami gunakan Hak Jawab untuk publik," tulis Emil, sapaan akrabnya.

Baca juga: Digugat karena Kualitas Udara Jakarta Buruk, Ini Tanggapan Anies

Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah memulai program Langit Biru.

Sewaktu ia menjabat Wali Kota Bandung, program itu diganjar penghargaan dalam acara The 4th ASEAN Environmentally Cities Award di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Selasa, 12 September 2017 lalu. Bandung dinobatkan sebagai kota dengan udara terbersih untuk kategori Kota Besar. 

"Jawa Barat di kepemimpinan baru sudah memulai program Langit Biru yang mengadopsi keberhasilan Kota Bandung yang tahun 2017 lalu terpilih sebagai KOTA TERBERSIH udaranya se-ASEAN (bukan se Indonesia saja)," tulis Emil.

Penghargaan itu didapat lantaran Kota Bandung berhasil menerapkan bergam inovasi dan kebijakan seperti Perwal Green Building-menanam pohon di atap, pelarangan bakar sampah, uji emisi, Car free day, Bike To School/Work, Urban Farming, memperbanyak taman hijau. Termasuk menggunakan teknologi nuklir dari BATAN untuk memantau kualitas udara kota.

Baca juga: Juli, Pemprov Jabar Mulai Program Tukar Sampah Plastik Jadi Emas

Tahun ini, hal yang sama sedang diterapkan dibeberapa daerah industri seperti Depok, Bekasi, dan Bogor.

"Tahun 2019 ini penanganan kualitas udara dari industri dilakukan di 280 industri, termasuk memberi sanksi kepada yang terbukti melanggar sesuai Perda 11 tahun 2006 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Tahun 2018 indeks kualitas udara Jawa Barat 72,8 (kategori baik) karena standar minimalnya 50. Demikianlah kinerja Jawa Barat dalam menjaga kualitas udaranya," papar dia.

Emil pun menilai, untuk mengatasi masalah pencemaran udara, sebaiknya diselesaikan dengan cara duduk bersama mencari solusi bukan dengan menggugat. Apalagi masalah lingkungan sangat kompleks dan multidimensi.

"Karena para penggugat pun saya yakini sedikit banyak ikut berkontribusi pada polusi udara di kotanya. Saya pun sudah 5 tahun setiap hari selaIu memaksimalkan bersepada jika agenda dinasnya masih di Kota Bandung.

Terima Kasih atas perhatiannya. Hatur Nuhun," tulis Emil sebagai penutup.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Regional
Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Regional
Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X