Kesal karena Berlubang, Warga Tanam Kelapa dan Pisang di Tengah Jalan

Kompas.com - 05/07/2019, 23:10 WIB
Warga Dusun Rampoang, Desa Takkala, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara menanami jalan mereka dengan tanaman Pisang dan Kelapa sebagai bentuk protes kepada pemerintah agar jalan tersebut diperbaiki, Jumat (05/07/2019) MUH. AMRAN AMIR S. HUTWarga Dusun Rampoang, Desa Takkala, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara menanami jalan mereka dengan tanaman Pisang dan Kelapa sebagai bentuk protes kepada pemerintah agar jalan tersebut diperbaiki, Jumat (05/07/2019)

LUWU UTARA, KOMPAS.comWarga Dusun Rampoang, Desa Takkala, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, kesal dengan kondisi jalan berlubang dan berlumpur yang dilalui setiap hari.

Kekesalan ini membuat warga melakukan protes dengan menaman kelapa dan pisang di tengah jalan yang berlubang.

Baca juga: Secara Swadaya, Polisi Tambal Jalan Berlubang di Jalur Mudik

Jalan yang menghubungkan tiga desa yakni Desa Salekoe, Desa Tolada dan Malangke, sudah bertahun-tahun tidak pernah diperbaiki.

Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan saat melintas, terutama saat mengangkut hasil bumi.

Masyarakat setempat sengaja menanam kelapa dan pisang di jalan itu agar pemerintah memperhatikan kondisinya yang rusak.

“Tidak hanya berlubang,  kalau hujan turun, jalan tergenang air dan becek, pengendara bisa jatuh, mobil bahkan tidak dapat lagi melintas, apalagi lubang di jalan sangat dalam,” kata Amin, warga setempat saat dikonfirmasi, Jumat (5/7/2019).

Baca juga: Cerita Siswa SD Setiap Hari Lewati Jalan Berlubang Mirip Kolam di Mamuju Tengah

Warga berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut agar aktivitas dan roda perekonomian mereka berjalan baik.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan keluhan kami, karena ini adalah satu-satu akses jalan di Desa Takkalala, untuk mengangkut hasil bumi,” ujar Amin.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X