Video Nenek Diikat karena Mencuri Beras Viral, Ini Kejadian Sebenarnya

Kompas.com - 05/07/2019, 22:22 WIB
Titin Sopiatin (52) menunjukan dua buah karusng beras yang masing-masing berisi 25 kilogram yang sempat dicuri wanita lanjut usia di warungnya di kawasan pasar Celancang, Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/7/2019). MUHAMAD SYAHRI ROMDHONTitin Sopiatin (52) menunjukan dua buah karusng beras yang masing-masing berisi 25 kilogram yang sempat dicuri wanita lanjut usia di warungnya di kawasan pasar Celancang, Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/7/2019).

CIREBON, KOMPAS.com – Jagat maya dihebohkan dengan peristiwa seorang nenek yang tertangkap basa mencuri dua karung beras di salah satu toko di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (4/7/2019). Informasi dalam bentuk video tersebut viral ke sejumlah akun media sosial.

Video yang menyebar dengan durasi 00.41 memperlihatkan seorang wanita lanjut usia yang tampak dihujani pertanyaan sejumlah warga. Sebagian warga mengabadikan peristiwa itu dengan kamera telepon genggam. Kedua tangan wanita lansia itu berada di bagian belakang tubuhnya.

Peristiwa tersebut pun mengundang berbagai reaksi warganet. Mereka memberikan berbagai macam respons di kolom komentar akun media sosial masing-masing.

Kompas.com berusaha menelusuri kebenaran informasi tersebut di lokasi kejadian, Jumat siang (5/7/2019). Peristiwa itu terjadi di warung sembako milik Titin Sopiatin (52) di kawasan Pasar Celancang, Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.

Titin membenarkan dan mengakui bahwa dua buah karung beras miliknya telah dicuri oleh nenek itu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Dia sedang berada di dapur, sedangkan suaminya, Muhamad Khaerudin (55) sedang berada di bagian dalam.

Baca juga: Nenek Samisah Menangis dan Peluk Buaya yang Dibunuh Warga

Dari dapur, Titin tiba-tiba melihat orang keluar dari warungnya dengan membawa karung beras. Dia langsung ke luar toko dan mencari pelaku. Dia sempat kesulitan, dan kemudian menemukan yang tak lain adalah nenek tadi.

“Ceritanya, saya kan dari belakang. Ada perempuan masuk. Pas naro makanan di meja, orangnya sudah enggak ada. Pas saya lihat ke luar enggak ada, pas liat ke arah utara, ada ibu-ibu bawa beras kandekan (karungan), akhirnya saya lari, sambil panggil ibu, ibu, ibu,” ungkap Titin kepada Kompas.com di warungnya.

Titin mengaku sangat kaget, karena wanita lanjut usia itu sangat kuat membawa karung beras seorang diri. Karung itu berisi 25 kilogram beras.

Saat itu, Titin mengaku sangat panik, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi Titin sama sekali tidak teriak, karena sejak awal dirinya sudah kasihan melihat raut wajah pelaku yang sudah tua.

“Ya, Allah Mas, saya tuh sampai panik, udah tua kok masih kuat pisan, ditanyain tuh udah 62 tahun katanya. Tenaganya tuh, Mas, rosa (kuat) pisan, keras pisan, kuat,” tambah Titin.

Titin kemudian meminta wanita lansia itu ke warungnya namun dia menolak. Dia tidak mau dipegang dan terus berontak.

Dia mengaku sangat aneh, wajah wanita itu memelas, tapi tenaga untuk memberontaknya kuat dan keras sekali. Titin menyebut kondisi saat itu belum ramai.

Setelah beberapa menit kemudian, nenek itu akhirnya mau diajak mendekat ke warung. Titin memanggil suaminya, Muhamad Khaerudin (55), untuk menjaga pelaku.

Titin langsung bergegas ke kantor Balai Desa Purwawinangun Kecamatan Suranenggala yang berjarak sekitar 300 meter.

“Kata Bapak, cepet panggil orang pamong desa, jadi saya tuh naik motor ke sana. Kemudian pamong desa datang,” tambah Titin.

Titin tidak tahu siapa orang yang mengikat kedua tangan wanita lansia itu. Kondisi semakin ramai, dan banyak warga yang hadir dan tiba-tiba mengambil foto dan video.

“Tidak tahu, sudah ada orang banyak, ada yang bilang diiket aja deh tangannya, mau lari aja orangnya, soalnya. Ya Allah, dia tuh mukanya memelas pisan, tapi tenaganya rosa pisan,” ungkap Titin.

Baca juga: Kisah Sukinah, Nenek 93 Tahun, Menunggu 6 Tahun untuk Berangkat Haji

Khaerudin meminta agar pamong desa segera membawa nenek itu karena situasi sudah ramai. Dia meminta agar kasus itu tidak dilanjutkan ke polisi.

Khaerudin dan Titin merasa kasihan karena melihat pelaku yang sudah lanjut usia. Keduanya memaafkan. Beberapa menit kemudian, pamong desa membawa pelaku ke Balai Desa Purwawinangun.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X