Wabah Hepatitis A yang Serang 957 Warga Pacitan Diduga Bukan Hanya karena Air

Kompas.com - 05/07/2019, 12:52 WIB
Tim dari dinas kesehatan kabupaten Pacitan Jawa Timur mendatangi petak resapan air, di aliran sungai Sukerejo Kecamatan Sudimoro Pacitan Jawa Timur (05/07/2019) SLAMET WIDODOTim dari dinas kesehatan kabupaten Pacitan Jawa Timur mendatangi petak resapan air, di aliran sungai Sukerejo Kecamatan Sudimoro Pacitan Jawa Timur (05/07/2019)

Baca juga: Fakta Wabah Hepatitis A di Pacitan, 957 Warga Terjangkit hingga Khofifah Soroti Kualitas Air Bersih

Kecamatan Sudimoro di Kabupaten Pacitan, disinyalir sebagai awal mula mewabahnya virus hepatitis A, hingga menyebar ke sejumlah kecamatan lain di wilayah Pacitan.

Hampir seluruh wilayah Kecamatan Sudimoro yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Trenggalek ini mengalami kekeringan sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih, utamanya warga yang tinggal di wilayah pegunungan.

Untuk mendapatkan air bersih, warga membeli air dari tangki maupun tandon yang diambil dari sumber air yang berada di beberapa titik. Salah satunya adalah sumber air yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro.

Di Desa Sumberejo ini terdapat satu sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi aneka kebutuhan.

Setiap hari, truk pengangut tiga tandon air berukuran besar mengambil air dari sumber air secara langsung tanpa melalui proses sterilisasi. Air langsung diambil dengan menggunakan pompa air. 

Setelah semua tandon terisi penuh dengan air, kemudian didistribusikan bagi warga yang membutuhkan.

Tiga tandon air berukuran besar yang berisi ribuan liter ini, dibandrol dengan harga sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 tergantung jarak dan kesulitan lokasi pendistribusian air. 

Sumber mata air ini, merupakan salah satu yang diambil sampel dan dilakukan uji laboratorium.

Baca juga: Khofifah Ungkap Penyebab KLB Hepatitis A di Pacitan yang Serang Hampir 1.000 Orang

Selain karena pencemaran aliran air, dicurigai virus hepatitis A menyebar melalui petak resapan air yang berfungsi sebagai bak penampungan air.

Biasanya dalam satu hari, satu bak penampungan air yang dibuat oleh warga tersebut mampu mengisi satu tangki air ukuran 1.000 liter.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X